Hari Ginjal Sedunia 2026: Ahli Serukan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan Ramah Lingkungan

Hari Ginjal Sedunia 2026: Ahli Serukan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan Ramah Lingkungan

Peringatan World Kidney Day 2026 menjadi momentum penting bagi para pakar kesehatan, pemerintah, hingga komunitas pasien untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit ginjal di Indonesia. 

Mengusung tema global “Caring for People, Protecting the Planet”, menegaskan kesehatan ginjal tidak bisa dilepaskan dari keberlanjutan lingkungan.

Fokus utamanya adalah mendorong integrasi penanganan penyakit ginjal yang komprehensif dengan praktik layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menegaskan pentingnya transformasi sistem kesehatan nasional dalam menghadapi meningkatnya kasus penyakit ginjal.

Menurutnya, kebijakan pengendalian penyakit ke depan harus selaras dengan komitmen global untuk menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas secara klinis, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), Pringgodigdo Nugroho, menyoroti pentingnya deteksi dini sebagai kunci utama menekan progresivitas penyakit ginjal di Indonesia. 

Ia menegaskan, penguatan sistem skrining sejak dini dapat mencegah pasien jatuh pada kondisi gagal ginjal yang membutuhkan terapi mahal seperti hemodialisis.

Sementara itu, Ketua Umum National Kidney Foundation Indonesia, Suhardi Alius, menekankan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui intervensi medis. 

Menurutnya, literasi kesehatan masyarakat dan kesadaran menjaga lingkungan memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan ginjal.

“Ginjal yang sehat tidak bisa dipisahkan dari lingkungan hidup yang sehat. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan angka penyakit ginjal,” ujarnya, Sabtu (14/03/2026). 

Dari sisi kebijakan, perwakilan Kementerian Kesehatan Mohammad Fiqri Qoidhafy menjelaskan arah strategi nasional pengendalian penyakit ginjal yang kini difokuskan pada penguatan layanan primer dan sistem rujukan. 

Transformasi sistem kesehatan juga diarahkan untuk mengurangi dampak ekologis dari aktivitas medis.

Perspektif pembiayaan turut menjadi sorotan. Analis kebijakan BPJS Kesehatan, Tiffany Monica, menyebut gagal ginjal sebagai salah satu beban pembiayaan terbesar dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Ia menilai paradigma penanganan harus bergeser dari pendekatan kuratif yang mahal menuju strategi preventif melalui deteksi dini dan edukasi gaya hidup sehat.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Komunitas Cangkok Ginjal Indonesia, Supriyanto, menegaskan transplantasi ginjal menjadi harapan besar bagi pasien gagal ginjal karena mampu memberikan kualitas hidup yang jauh lebih baik dalam jangka panjang.

Ia juga menyoroti perubahan pola pikir pasien transplantasi yang kini semakin disiplin dalam menjalani pengobatan demi menjaga fungsi ginjal baru mereka.

Kisah inspiratif datang dari mantan perwira kepolisian Tartono Suwitonegoro yang telah hidup selama 35 tahun sebagai pendonor ginjal bagi saudaranya. 

Ia menegaskan hidup dengan satu ginjal tidak mengurangi kualitas hidup, bahkan menjadi pengalaman spiritual yang memperkaya hidupnya.

Diskusi juga menampilkan inovasi teknologi medis ramah lingkungan. Perusahaan Fresenius Medical Care memperkenalkan konsep green dialysis, teknologi hemodialisis yang dirancang untuk menekan jejak karbon di fasilitas kesehatan. 

Sementara Etana Biotechnologies Indonesia menekankan pentingnya inovasi farmasi untuk menghadirkan terapi penyakit ginjal yang lebih aman dan terjangkau.

Melalui momentum peringatan ini, seluruh pemangku kepentingan sepakat pencegahan, deteksi dini, inovasi teknologi, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan angka penyakit ginjal di Indonesia.

Semangat “Caring for People, Protecting the Planet” pun diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi gerakan nyata untuk menjaga kesehatan manusia sekaligus kelestarian bumi.

Visited 4 times, 1 visit(s) today