Harris Arthur Hedar Siapkan Program Besar IADIH: Dari Hukum Harian hingga Penguatan Integritas Bangsa

Harris Arthur Hedar Siapkan Program Besar IADIH: Dari Hukum Harian hingga Penguatan Integritas Bangsa

Haris Medium.jpeg

Sabtu, 20 September 2025 – 01:32 WIB

Harris Arthur Hedar dikukuhkan menjadi Ketua Umum Pengurus Perkumpulan Ikatan Alumni Doktor Ilmu Hukum (IADIH) Universitas Jayabaya periode 2025-2030. (Foto: Dok IADIH)

Harris Arthur Hedar dikukuhkan menjadi Ketua Umum Pengurus Perkumpulan Ikatan Alumni Doktor Ilmu Hukum (IADIH) Universitas Jayabaya periode 2025-2030. (Foto: Dok IADIH)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Umum Ikatan Alumni Doktor Ilmu Hukum (IADIH) Universitas Jayabaya, Harris Arthur Hedar, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan dua program besar untuk mewujudkan visi organisasi.

Hal ini disampaikan Harris pengukuhan pengurus IADIH Universitas Jayabaya periode 2025-2030 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Harris awalnya memaparkan, visi IADIH terangkum dalam empat dimensi, yakni IADIH untuk rakyat, untuk bangsa, untuk dunia dan untuk integritas.

“Untuk rakyat, kami hadir. Untuk bangsa, kami berkonstruksi. Dan dunia, kami bersuara. Dan untuk integritas, kami berdiri tegak,” kata Harris.

Ia menambahkan, demi merealisasikan keempat dimensi tersebut, IADIH akan menempuh beberapa langkah nyata.

Di antaranya menyelenggarakan Pertemuan Nasional IADIH bertema ‘Hukum untuk Semua’ serta meluncurkan program ‘Hukum Harian untuk Rakyat’ di berbagai kota besar sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.

“IADIH akan menempuh beberapa program, diantaranya menjalankan pertemuan nasional IADIH yang bertema hukum untuk semua. Mengadakan peluncuran hukum harian untuk rakyat di kota-kota besar sebagai bentuk pengabdian nyata,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Harris mengingatkan kalau saat ini indonesia sudah memasuki dekade penentu 2025-2035.

Dalam dekade ini, kata dia, alumni Universitas Jayabaya tidak boleh sekadar hadir, tetapi harus menjadi subjek sejarah. Kita tidak boleh berhenti pada prestis akademik.

Menurutnya, gelar doktor ilmu hukum yang disandang para alumni bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga tanggung jawab sejarah.

“Kita adalah guardian of justice. Kita adalah penjaga fairness. Kita adalah pewaris nilai luhur Pancasila. Oleh sebab itu, kita harus menjadi penjaga demokrasi, pengawal konstitusi, penerang masyarakat, sekaligus benteng rakyat dari mafia hukum,” kata dia.

Harris juga menekankan, para doktor hukum Jayabaya harus menjadi motor perubahan menuju keadilan substantif.

“Mari kita buktikan bahwa doktor ilmu hukum Jayabaya bukan hanya pengisi ruang akademik, tetapi juga penggerak perubahan hukum menuju keadilan substantif,” katanya.

“Maka marilah kita bersama-sama mengangkat muruah Universitas Jayabaya, bukan hanya sebagai teaching university yang unggul, tetapi juga sebagai universitas yang melahirkan insan berintegritas, siap bersaing, dan siap mendedikasikan potensi yang kita miliki untuk turut serta membangun peradaban hukum bangsa dan negara tercinta ini,” tutupnya.
 

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today