Hasil 50 Ribu Simulasi, AI Jagokan Spanyol Bungkam Argentina di Final Piala Dunia 2026

Hasil 50 Ribu Simulasi, AI Jagokan Spanyol Bungkam Argentina di Final Piala Dunia 2026

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 18 Juli 2026 – 02:00 WIB

Simulasi AI terkait laga final Piala Dunia 2026 yang akan mempertemukan Spanyol dengan Argentina. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Simulasi AI terkait laga final Piala Dunia 2026 yang akan mempertemukan Spanyol dengan Argentina. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Teka-teki mengenai siapa yang bakal membawa pulang trofi Piala Dunia 2026 kian menarik untuk diulik. Kali ini, sebuah simulasi super canggih menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama Claude dikerahkan untuk meramal jalannya turnamen sepak bola paling bergengsi di jagat raya tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, simulasi tersebut dijalankan sebanyak 50.000 kali. Hasilnya, Tim Matador Spanyol keluar sebagai negara yang paling sering mengangkat trofi juara, dengan Argentina membuntuti di posisi kedua sebagai lawan yang paling mungkin dihadapi di partai puncak.

Prediksi ilmiah ini bukan sekadar tebak-tebakan buah manggis. Sistem pemeringkatan ini dirancang dengan mengolah mahadata (big data) historis pertandingan sepak bola internasional, mencakup lebih dari 49.000 laga resmi tim nasional putra sejak tahun 1872 silam. Mulai dari laga Piala Dunia, kualifikasi, kejuaraan kontinental, hingga pertandingan persahabatan.

Olah Data Raksasa Sejak Tahun 1872

Adalah Divyesh Vekariya, seorang Senior iOS Engineer, yang berada di balik pembuatan sistem rumit ini. Dengan bantuan AI Claude, ia mengumpulkan data, membangun sistem peringkat, menguji model statistik, hingga mensimulasikan seluruh bagan pertandingan dari fase grup sampai final.

“Saya meminta Claude memahami bentuk masalah ini dalam bahasa sederhana, mengumpulkan data historis, membangun sistem peringkat, memvalidasinya, dan mensimulasikan bagan pertandingan,” ungkap Vekariya dalam laman Medium, dikutip Jumat (17/7/2026).

Vekariya menambahkan, AI mengerjakan sebagian besar tugas berat ini, mulai dari menulis alur pemrosesan data, menyesuaikan model matematika, menjalankan 50.000 kali simulasi turnamen, hingga menyajikan grafik hasilnya secara instan.

Sistem pintar ini menggunakan metode Elo, yakni sistem pemeringkatan performa yang juga populer digunakan dalam olahraga catur. Konsepnya sederhana: setiap kemenangan akan mendongkrak rating sebuah tim, sementara kekalahan dari tim yang tidak diunggulkan bakal memangkas poin dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Sistem juga jeli memperhitungkan berbagai faktor penentu lainnya, seperti selisih gol, efek kejutan hasil laga, hingga bobot pentingnya sebuah pertandingan. Laga resmi sekelas Piala Dunia tentu memiliki pengaruh poin yang jauh lebih raksasa ketimbang laga uji coba biasa.

Akurasi Prediksi Bola Tetap Penuh Kejutan

Dari hasil pemeringkatan tersebut, Spanyol dan Argentina memang nangkring di posisi teratas mengungguli negara-negara lain. Sementara Prancis, Inggris, dan Portugal berada di lapisan penantang berikutnya.

Setelah mengantongi angka rating tiap negara, sistem lalu memakai model statistik Poisson untuk mengira-ngira jumlah gol yang bisa dilesakkan oleh masing-masing tim. Lewat cara ini, komputer bisa mengeluarkan persentase skor pertandingan yang lebih masuk akal, bukan cuma menebak siapa yang menang dan kalah.

Sebelum dipakai untuk meramal Piala Dunia 2026, formula ini sempat diuji coba menggunakan data Piala Dunia edisi 2014, 2018, dan 2022. Hasilnya, ketepatan prediksi model ini mencapai 55 persen dari total 192 pertandingan fase grup dan gugur di tiga edisi tersebut.

Angka tersebut sekaligus menjadi bukti sahih betapa sulitnya menebak hasil pertandingan si kulit bundar. Bahkan, sistem ini sempat meleset menjagokan juara utama di tiga edisi lalu.

Pada 2014 misalnya, Brasil dijagokan sebagai tim dengan rating tertinggi sebelum akhirnya hancur lebur 1-7 dari Jerman. Begitu pula pada edisi 2022, di mana Brasil dan Prancis lebih diunggulkan di atas kertas ketimbang Argentina yang justru keluar sebagai kampiun.

Skenario Duel Final Paling Ideal

Untuk menghitung peluang di Piala Dunia 2026, sistem komputer ini menyimulasikan sisa 60 pertandingan di babak penyisihan grup, aturan kelolosan tim, hingga seluruh fase gugur yang melibatkan 32 tim.

Dari total 50.000 kali percobaan, Spanyol konsisten menjadi tim yang paling sering keluar sebagai juara dunia. Peluang kemenangan Tim Matador setara dengan satu kali juara dalam setiap 3,4 kali simulasi.

Menariknya, skenario final antara Spanyol melawan Argentina menjadi pasangan duel yang paling sering muncul di layar komputer, yakni terjadi kira-kira satu kali dalam setiap 11 simulasi.

“Mereka menjadi pasangan final yang paling mungkin terjadi di antara dua tim mana pun, dengan selisih yang cukup jauh dibandingkan final paling sering berikutnya, yaitu Inggris melawan Spanyol,” pungkas Vekariya.

Meski demikian, sepak bola di lapangan hijau tetaplah dimainkan oleh manusia, bukan komputer. Hasil simulasi ini tentu bukan harga mati, melainkan gambaran peta kekuatan di atas kertas yang membuat jalannya Piala Dunia 2026 menjadi jauh lebih menarik untuk dinantikan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today