Hati-hati! Dana THR Jadi Incaran Bandit Digital, Kenali Dua Modus Penipuan Maut Ini

Hati-hati! Dana THR Jadi Incaran Bandit Digital, Kenali Dua Modus Penipuan Maut Ini

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 8 Maret 2026 – 22:43 WIB

Jelang pencairan THR 2026, penipuan digital meningkat tajam. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Jelang pencairan THR 2026, penipuan digital meningkat tajam. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pekan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang paling dinanti oleh jutaan pekerja di tanah air. Namun, di balik antusiasme menyambut Lebaran, para penjahat siber justru sedang mengasah pisau. Berdasarkan data sepanjang 2025, kasus penipuan digital dilaporkan melonjak tajam justru saat dana THR mulai masuk ke rekening masyarakat.

Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengingatkan bahwa tingginya aktivitas transaksi dan mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri menjadi celah menganga bagi para pelaku kejahatan. Para bandit digital ini bukan lagi pemain amatir; mereka bergerak secara sistematis dan terus beradaptasi dengan sistem keamanan yang ada.

“Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menyesuaikan teknik dan kembali dengan metode yang lebih kompleks. Mereka memanfaatkan celah literasi digital masyarakat serta momentum seperti pencairan THR ini,” tegas Niki dalam keterangan resminya, Minggu (8/3/2026).

Jeratan Phising dan Smishing: Manipulasi Psikologis

Modus pertama yang wajib diwaspadai adalah phising atau smishing. Ini adalah teknik memancing korban untuk mengeklik tautan berbahaya guna mencuri data pribadi, mulai dari username, password, hingga kode keramat OTP (One-Time Password).

Pelaku biasanya menyamar sebagai kurir paket logistik atau pengirim promo Ramadan palsu melalui SMS atau pesan singkat. Yang lebih canggih, kini ada teknologi Fake BTS yang memungkinkan pelaku mengirim pesan massal yang seolah-olah berasal dari institusi resmi. 

Jika Anda tidak teliti, Anda akan menganggap pesan tersebut valid karena muncul di utas percakapan yang sama dengan pesan resmi bank atau instansi pemerintah.

Jebakan Malware: APK Berkedok Dokumen Penting

Modus kedua yang tak kalah mematikan adalah penyebaran malware melalui file APK. Pelaku akan mengirimkan dokumen yang tampak sangat relevan bagi korban, seperti status pengiriman paket, undangan pernikahan digital, hingga dokumen penting lainnya.

Begitu file tersebut diunduh dan dipasang, aplikasi jahat itu akan bekerja di balik layar. Pelaku bisa memantau perangkat Anda dari jarak jauh, merekam setiap ketikan kata sandi, hingga membobol aplikasi perbankan yang tersimpan di dalam gawai. Password semata kini bukan lagi benteng yang kokoh di era digital yang semakin agresif ini.

Proteksi Identitas: Gerakan #JanganAsalKlik

Niki Luhur menekankan bahwa melindungi perangkat saja tidak cukup. Masyarakat harus mulai memproteksi identitas biometrik dan meningkatkan kewaspadaan melalui gerakan #JanganAsalKlik. Ponsel pintar bukan sekadar alat komunikasi, melainkan gerbang menuju aset finansial Anda.

Ada beberapa langkah krusial yang harus dilakukan agar dana THR Anda tidak amblas:

  • Jangan pernah mengeklik tautan dari nomor yang tidak dikenal, apa pun iming-imingnya.
  • Hindari mengunduh file APK selain dari toko aplikasi resmi (Play Store atau App Store).
  • Aktifkan autentikasi dua faktor dan jika memungkinkan, gunakan proteksi tambahan berbasis biometrik.
  • Verifikasi ulang setiap informasi promo atau kendala pengiriman paket langsung ke saluran resmi perusahaan terkait.

Ingat, keamanan digital dimulai dari ketelitian jempol Anda. Jangan biarkan kebahagiaan Lebaran sirna hanya karena keteledoran sesaat yang menguntungkan para bandit siber.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 8 times, 1 visit(s) today