Dua Musisi Terbaik Indonesia, Donny Fattah dan Vidi Aldiano Berpulang

Dua Musisi Terbaik Indonesia, Donny Fattah dan Vidi Aldiano Berpulang

Dunia musik Tanah Air diselimuti kabar duka, Sabtu, 7 Maret 2026. Dalam rentang waktu yang sangat singkat sekitar delapan jam, dua musisi dari generasi berbeda mengembuskan napas terakhirnya. 

Mereka adalah bassist legendaris Donny Fattah dan penyanyi Vidi Aldiano.

Kepergian keduanya bukan hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi para penggemar musik Tanah Air. 

Donny dikenal sebagai salah satu pilar penting band rock legendaris God Bless, sementara Vidi merupakan sosok penyanyi pop yang perjalanan kariernya begitu dekat dengan generasi muda.

Meski berasal dari generasi yang berbeda, keduanya memiliki satu kesamaan yang menggetarkan hati banyak orang, perjuangan panjang melawan penyakit sebelum akhirnya berpulang.

Perjuangan Donny Fattah Melawan Tiga Penyakit

Bagi penggemar musik rock Indonesia, nama Donny Fattah sudah lama melekat sebagai salah satu bassist terbaik di negeri ini. Bersama God Bless, ia menjadi bagian dari perjalanan panjang band yang sudah mewarnai sejarah musik Indonesia sejak era 1970-an.

Namun di balik penampilannya di atas panggung, Donny ternyata harus menghadapi berbagai masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Ia diketahui berjuang melawan komplikasi dari tiga penyakit serius sekaligus, yakni sarkopenia, penyumbatan vaskular, dan penyakit autoimun.

Sarkopenia merupakan kondisi penurunan massa otot yang umumnya dialami seseorang seiring bertambahnya usia. 

Kondisi ini membuat kekuatan fisik seseorang menurun drastis. Sementara penyumbatan vaskular memengaruhi aliran darah, yang dapat berdampak pada berbagai fungsi tubuh.

Kombinasi penyakit tersebut membuat kondisi Donny semakin melemah. Meski demikian, ia dikenal sebagai pribadi yang tetap berusaha kuat menghadapi cobaan tersebut.

Rekan-rekannya di dunia musik beberapa kali menyebut Donny tetap menunjukkan semangat besar, meskipun tubuhnya tidak lagi sekuat dulu.

Selama masa sakitnya, dukungan dari keluarga, sahabat, dan para penggemar terus mengalir. Banyak musisi yang mengenang Donny bukan hanya sebagai pemain bass yang hebat, tetapi juga sebagai sosok yang hangat dan rendah hati.

Kepergian Donny pun menjadi kehilangan besar bagi dunia musik rock Indonesia. Ia meninggalkan warisan panjang berupa karya dan pengaruh yang tak mudah tergantikan.

“Saya sehari minum 32 jenis obat untuk tiga penyakit. Tapi ya campur, ada vitamin, ada obat kimia. Sudah berjalan hampir dua tahun sebenarnya,” ujar Donny Fattah.

Vidi Aldiano dan Enam Tahun Melawan Kanker

Di hari yang sama, dunia musik Indonesia kembali dikejutkan dengan kabar wafatnya Vidi Aldiano. Penyanyi yang dikenal lewat sejumlah lagu populer itu meninggal dunia pada usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal.

Perjuangan Vidi melawan penyakitnya sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal pada tahun 2019. Sejak saat itu, hidupnya berubah.

Vidi tidak menutupi perjuangannya melawan kanker dari publik. Sebaliknya, ia sering membagikan cerita mengenai perjalanan pengobatan dan perjuangannya untuk tetap kuat.

Dalam sebuah kesempatan, Vidi pernah mengungkapkan bagaimana ia mencoba menerima kenyataan tersebut.

“Saat pertama kali didiagnosis, rasanya seperti dunia berhenti. Tapi saya memilih untuk tetap hidup sebaik mungkin,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.

Selama menjalani pengobatan, Vidi tetap berusaha aktif berkarya. Ia masih tampil di berbagai kesempatan, merilis musik, hingga berbagi kisah hidupnya dengan para penggemar.

Baginya, berkarya menjadi salah satu cara untuk tetap bertahan.

“Saya ingin menunjukkan bahwa sakit bukan berarti hidup berhenti,” katanya.

Perjuangan panjang itu berlangsung hampir enam tahun. Meski kondisi kesehatannya sempat membaik, penyakit tersebut akhirnya kembali menyerang hingga merenggut nyawanya, Sabtu sore.

Kepergian Donny Fattah dan Vidi Aldiano dalam satu hari yang sama menjadi momen yang sangat emosional bagi dunia musik Indonesia.

Donny mewakili generasi musisi yang membangun fondasi musik rock Indonesia. Bersama God Bless, ia ikut membentuk identitas musik rock nasional yang hingga kini masih dikenang. 

Di sisi lain, Vidi Aldiano adalah representasi generasi baru musisi pop Indonesia yang dekat dengan perkembangan zaman dan media sosial. Musiknya menjadi bagian dari kehidupan banyak anak muda.

Kini, keduanya telah dimakamkan. Donny Fattah dimakamkan di hari yang sama di TPU Kampung Kandang, sementara Vidi dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026).

Visited 5 times, 1 visit(s) today