Honda Insight Siap Lahir Kembali Sebagai Mobil Listrik Murni

Honda Insight Siap Lahir Kembali Sebagai Mobil Listrik Murni

Para penggemar otomotif tentu tidak asing dengan nama Honda Insight. Kendaraan yang dulunya menetas sebagai pionir mobil hybrid produksi massal Honda ini sempat tenggelam ditelan zaman. Namun, pabrikan berlogo ‘H’ tersebut rupanya belum mau memensiunkan nama legendaris itu sepenuhnya.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Honda resmi ‘membangkitkan dari kubur’ pelat nama Insight. Hanya saja, kali ini ia tidak lagi meminum bensin. Insight bereinkarnasi sebagai kendaraan listrik murni (Electric Vehicle/EV) yang disiapkan khusus untuk mengaspal di jalanan Jepang.

Mengutip laporan Carscoops, Sabtu (18/4/2026), kembalinya Insight rupanya membawa sentuhan ‘Tirai Bambu’. Usut punya usut, model anyar ini merupakan versi ganti logo alias rebadge dari Honda e:NS2, sebuah lini kendaraan listrik yang sebelumnya dikembangkan bersama mitra strategis mereka di China, Dongfeng.

Jantung Pacu Bertenaga, Warisan e:NS2

Keputusan Honda untuk menggunakan basis dari pasar China bukanlah tanpa alasan. China saat ini memegang takhta sebagai pusat inovasi dan produksi EV terbesar di dunia. Lini e:NS2 sendiri memang dirancang khusus untuk memuaskan hasrat pasar China sebelum akhirnya diadaptasi untuk negara lain.

Dari balik kapnya, spesifikasi Insight versi EV ini terbilang cukup menjanjikan untuk kelas komuter harian.

  • Kapasitas Baterai: Mobil ini menggendong baterai berdaya 68,8 kWh.
  • Tenaga Maksimal: Motor listrik yang menggerakkan roda depan (Front-Wheel Drive/FWD) mampu memuntahkan tenaga sekitar 201 horsepower (hp).

Spesifikasi ini dinilai sangat mumpuni untuk melibas jalanan perkotaan Jepang yang padat, sekaligus menawarkan efisiensi tanpa emisi gas buang.

‘Cek Ombak’ di Pasar yang Keras Kepala

Namun, membawa pulang mobil listrik bertenaga penuh ke Negeri Sakura bukanlah perkara mudah. Pasar otomotif Jepang selama ini dikenal sangat ‘keras kepala’ dan masih dikuasai oleh dominasi kendaraan konvensional berbahan bakar minyak (ICE) serta mobil hibrida.

Faktanya, penetrasi mobil listrik murni di negara tersebut masih sangat lesu. Angka penjualan EV tercatat terperosok di bawah 2 persen dari total kue penjualan mobil baru secara nasional. 

Konsumen Jepang tampaknya masih sangat nyaman dengan kepraktisan mobil hibrida racikan produsen lokal yang sudah teruji puluhan tahun.

Bermain Aman dengan Kuota Terbatas

Sadar akan medan pertempuran yang berat, Honda memilih strategi bermain aman. Pabrikan yang bermarkas di Minato, Tokyo ini tidak mematok target penjualan yang muluk-muluk.

Langkah ini murni dianggap sebagai ‘cek ombak’ terhadap permintaan kendaraan listrik di Jepang yang masih tumbuh merangkak. Honda dilaporkan hanya menargetkan penjualan model Insight EV ini dalam jumlah yang sangat terbatas, yakni sekitar 3.000 unit saja. 

Pendekatan hati-hati ini menunjukkan bahwa Honda ingin menjaga eksistensi di era elektrifikasi tanpa harus mempertaruhkan kerugian besar di kandang sendiri.

Kembalinya Insight bukan sekadar nostalgia nama lama. Ini adalah pembuktian apakah sang mantan raja hibrida mampu kembali merebut hati konsumen di era baru yang sepenuhnya bergantung pada colokan listrik.

Visited 11 times, 1 visit(s) today