Hubungan Retak dengan Petinggi Klub, Enzo Maresca Terancam Hengkang dari Chelsea

Hubungan Retak dengan Petinggi Klub, Enzo Maresca Terancam Hengkang dari Chelsea

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 1 Januari 2026 – 19:00 WIB

Enzo Maresca, Pelatih Kepala Chelsea FC, merayakan kemenangan timnya dalam pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 antara SE Palmeiras dan Chelsea FC di Lincoln Financial Field pada tanggal 4 Juli 2025 di Philadelphia, Pennsylvania. (Foto: Darren Walsh/Chelsea FC via Getty Images)

Enzo Maresca, Pelatih Kepala Chelsea FC, merayakan kemenangan timnya dalam pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 antara SE Palmeiras dan Chelsea FC di Lincoln Financial Field pada tanggal 4 Juli 2025 di Philadelphia, Pennsylvania. (Foto: Darren Walsh/Chelsea FC via Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Masa depan Enzo Maresca di Chelsea berada di ujung tanduk. Pelatih asal Italia itu terancam angkat kaki dari Stamford Bridge menyusul memburuknya hubungan dengan jajaran petinggi klub. Sejumlah sumber internal menyebut situasi Maresca kini berada dalam kondisi serius dan bisa berujung pada perpisahan lebih cepat dari rencana awal.

Menurut sumber yang dikutip ESPN, pembicaraan penting dijadwalkan berlangsung pada Kamis (1/1) waktu setempat untuk menentukan apakah Maresca masih layak dipertahankan sebagai pelatih kepala Chelsea. Padahal, sebelumnya manajemen klub disebut masih berencana menunggu hingga evaluasi akhir musim sebelum mengambil keputusan besar.

Tekanan terhadap Maresca meningkat setelah Chelsea gagal menang dalam enam dari tujuh pertandingan terakhir. Situasi memanas usai hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth di Stamford Bridge, Selasa lalu. Dalam laga tersebut, Maresca mendapat sorakan keras dari suporter. Chant bernada protes terdengar jelas ketika ia memutuskan menarik keluar Cole Palmer, keputusan yang dianggap tidak tepat oleh publik tuan rumah.

“Hubungan Enzo dengan struktur klub mengalami keretakan serius dalam beberapa pekan terakhir,” ujar salah satu sumber internal klub kepada ESPN.

Masalah tidak hanya datang dari hasil di lapangan. Sumber yang sama menyebut, petinggi Chelsea mulai resah dengan sikap Maresca yang dinilai semakin sering menunjukkan ketidakpuasan secara terbuka terhadap kepemilikan klub. Beberapa laporan bahkan menyebut Maresca tengah mempertimbangkan masa depannya sendiri di Chelsea.

Kontrak Maresca sejatinya masih panjang. Ia terikat hingga 2029 dengan opsi perpanjangan satu tahun dan menerima gaji lebih dari 4 juta poundsterling per musim. Jika pemutusan kontrak terjadi, Chelsea berpotensi menanggung kompensasi dalam jumlah besar.

Ketegangan ini disebut bukan insiden tunggal. Pada Desember lalu, Maresca sempat menyebut dirinya mengalami “48 jam terburuk” selama menangani Chelsea jelang kemenangan 2-0 atas Everton. Ia menolak menjelaskan pernyataan tersebut, namun sumber ESPN menyebut itu mencerminkan ketidaknyamanan Maresca terhadap kondisi kerjanya.

“Pernyataan publik itu bahkan mengejutkan staf kepelatihannya sendiri,” ungkap sumber lain yang dekat dengan situasi internal tim.

Chelsea saat ini memiliki struktur manajemen olahraga yang padat, dengan lima direktur olahraga yang dipimpin Paul Winstanley dan Laurence Stewart. Kehadiran Dave Fallows sejak November, serta peran aktif pemilik seperti Behdad Eghbali dan Todd Boehly, membuat ruang gerak pelatih menjadi lebih terbatas.

Maresca juga dikabarkan frustrasi sejak bursa transfer musim panas, terutama ketika permintaannya untuk mendatangkan bek tengah baru ditolak meski Levi Colwill mengalami cedera lutut serius. Situasi makin rumit ketika Maresca absen dari konferensi pers usai laga melawan Bournemouth dengan alasan sakit.

Secara prestasi, Maresca sebenarnya mencatat debut impresif sejak bergabung pada Juli 2024. Ia membawa Chelsea finis keempat di Liga Inggris, menjuarai Conference League, serta meraih gelar Piala Dunia Antarklub edisi perdana. Namun, dinamika internal klub kini membuat posisinya semakin tidak aman.

Visited 2 times, 1 visit(s) today