I.League Dorong Klub Super League Cetak Lamine Yamal

I.League Dorong Klub Super League Cetak Lamine Yamal

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Kamis, 27 Agustus 2026 – 03:03 WIB

Konferensi pers PT Liga Indonesia Baru tentang aturan Super League (Foto:inilahcom/harris)

Konferensi pers PT Liga Indonesia Baru tentang aturan Super League (Foto:inilahcom/harris)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru atau I.League mendorong agar klub-klub Super League tetap mengorbitkan pemain muda, meski aturan wajib penggunaan pemain U-23 di tiap laga mulai dihapuskan musim ini.

Asal tahu saja, pada musim lalu alias 2025/2026, I.League selaku operator kompetisi mewajibkan setiap klub Super League memainkan minimal satu pemain lokal U-23 dalam starting XI dengan durasi bermain minimum 45 di tiap pertandingan. Hanya saja, aturan tersebut kini sudah dihapus.

“Pemain U-23 memang kami hapuskan, ya. Ini sudah istilahnya dirancang dari beberapa tahun yang lalu, kemudian per tahun ini per musim ini memang sudah tidak ada,” katanya kepada awak media dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Namun, Ferry menegaskan sejatinya aturan tersebut tak serta-merta hilang. I.League telah menyiapkan skema pengganti berupa insentif dan kontribusi finansial ekstra bagi klub-klub yang aktif mengandalkan penggawa muda di kasta tertinggi.

“Kemudian penggantinya akan diberikan insentif ya, melebihi dari insentif-insentif yang biasa bagi klub-klub yang menggunakan pemain dengan menit bermain secara gradual kepada pemain-pemain usia muda, artinya under 23. Semakin muda, semakin banyak,” tuturnya.

Ferry menjelaskan kebijakan baru ini dibuat demi menyelaraskan perkembangan sepak bola nasional dengan tren sepak bola global. Dia menyebut, belakangan kelompok usia emas (golden age) pesepak bola kini bergeser jauh lebih muda.

“Nah, kenapa ini kami lakukan? Karena memang kalau kita melihat apa, benchmark dari klub-klub di luar, sekarang golden age-nya udah betul-betul bergeser,” jelasnya.

Ia mengambil contoh kemunculan bintang muda Barcelona dan Timnas Spanyol, Lamine Yamal, sebagai tolok ukur ideal bagi pengorbitan pemain muda di Indonesia.

“Kita lihat yang namanya Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) masih muda 20 tahun, tapi Lamine Yamal lebih muda lagi. Nah, kami kepengin punya Yamal-Yamal yang lain juga, sehingga kami memberikan insentif yang betul-betul ekstra. Semakin muda, semakin besar yang kita berikan,” tutur Ferry.

Asal tahu saja, Yamal sendiri mencatatkan debutnya untuk Barcelona pada April 2023 saat usianya menginjak 15 tahun 9 bulan 16 hari.

Sejak itu, Yamal yang kini berusia 19 tahun sudah mencatatkan 152 penampilan bersama Barca dengan koleksi 49 gol dan 15 assist, serta memenangkan sejumlah trofi bergengsi, termasuk tiga gelar Liga Spanyol.

Penampilan apiknya bersama klub membawanya mendapatkan panggilan tim nasional senior, yang kini sudah dicatatkan dengan 33 penampilan dengan tujuh gol untuk membawa negaranya memenangkan Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today