Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menyusul terjadinya kebakaran di kompleks tersebut.
Menurutnya, insiden semacam itu seharusnya bisa diantisipasi apabila standar pembangunan benar-benar diterapkan sesuai aturan.
“Mesti dilakukan pengawasan ketat dari berbagai aspek. Apakah itu bahan bangunan dan kualifikasi yang sudah ditentukan, sudah terpenuhi dari standarisasi yang sudah ditetapkan apa belum,” ujar Bahtra kepada Inilah.com, Jumat (3/10/2025)
Ia menilai, pengawasan berlapis sangat penting untuk memastikan setiap infrastruktur yang dibangun di IKN tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga aman dan sesuai standar yang berlaku.
Di satu sisi, Bahtra juga meminta penyebab kebakaran harus segera diusut tuntas untuk memastikan apakah kejadian tersebut murni musibah atau akibat kelalaian.
“Harus dicari tahu penyebabnya dan harus diusut penyebab kebakaran tersebut. Apakah bangunan sudah memenuhi standar kualifikasi atau tidak,” jelas dia
Bahtra menyebut, temuan dari insiden yang terjadi ini diperlukan agar mengetahui jikalau memang adanya indikasi kelalaian. Mengenai hal itu, ia meminta agar ada penindakan tegas.
“Apakah ini murni musibah atau kelalaian. Jika ada kelalaian maka harus ditindak tegas,” ucap Bahtra.
Sebagai informasi, Sebuah bangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kebakaran pada Rabu sore (1/10/2025).
Dari tayangan video, api terlihat di lantai 4, menjalar cepat ke sejumlah kamar di lantai 2 dan 3. Gedung itu dijadikan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) 1.
Juru Bicara Otorita IKN (OIKN), Troy Pantouw mengatakan, upaya pemadaman segera dilakukan. Sebanyak 7 unit mobil pemadam kebakaran dan 8 tangki suplai air, dilibatkan. Total sebanyak 15 unit dikerahkan untuk mengendalikan api.
“Pada sekitar jam 19.00 WITA seluruh kebakaran sudah berhasil diatasi oleh Petugas kami didukung bersama aparat pemadam kebakaran terkait yang sudah berada di lapangan tepat waktu,” ujar Troy, dikutip Kamis (2/10/2025).
Menurut Troy, para pekerja yang menghuni tower tersebut sudah di data secara lengkap. Mereka kini dipindahkan sementara ke hunian di tower lain agar tidak terdampak lebih lanjut.
“ Seluruh para pekerja di hunian terdampak tersebut sudah di data dengan lengkap berdasarkan data sampai saat ini, para pekerja sedang dalam proses dipindahkan ke hunian tower lainnya,” ujarnya menambahkan.
Troy memastikan, tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Pihak aparat terkait bersama tim internal OIKN masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.











