Imbas Tebalnya Kepercayaan Pasar Petinggi BI: Rupiah Diprediksi Perkasa di Rp17.680/US$

Imbas Tebalnya Kepercayaan Pasar Petinggi BI: Rupiah Diprediksi Perkasa di Rp17.680/US$

Clara Medium.jpeg

Kamis, 3 September 2026 – 18:43 WIB

Pengambilan sumpah jabatan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, Aida S Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI, dan Solikin M Juhro sebagai Deputi Gubernur BI di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Rabu (2/9/2026).(Foto: Dok Bank Indonesia).

Pengambilan sumpah jabatan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, Aida S Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI, dan Solikin M Juhro sebagai Deputi Gubernur BI di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Rabu (2/9/2026).(Foto: Dok Bank Indonesia).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat pada perdagangan Kamis (3/9/2026), sebesar 84 poin menjadi Rp17.679 per dolar AS. Saat penutupan kemarin, dolar AS (US$) dibanderol Rp17.763.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, rupiah bakal bergerak fluktuatif. Berpeluang berada di kisaran Rp17.630 hingga Rp17.680 per dolar AS.

Penguatan mata uang Garuda ini, menurut Ibrahim, merupakan imbas kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan Bank Indonesia (BI) di bawah kepemimpinan Destry Damayanti.

“Dalam sidang penetapannya, ia (Destry Damayanti) berkomitmen untuk menjaga kebijakan tetap responsif terhadap tantangan ekonomi sembari mendorong stabilitas dan mendukung pertumbuhan,” ujar Ibrahim di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Dia menilai, komitmen Destry untuk menjaga kebijakan bank sentral tetap responsif terhadap berbagai tantangan ekonomi, sekaligus memperkuat stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional mendapatkan respons positif dari pasar.

Adapun, arah kebijakan yang diusung oleh Destry berfokus pada beberapa poin yang berlandaskan pada prinsip Impactful, Inklusif, dan Integratif.

“Ketiganya disatukan dalam komitmen Sinergi Merah Putih untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional,” katanya.

Di tengah tantangan domestik, khususnya pengendalian inflasi, BI juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi tersebut diarahkan untuk menciptakan iklim sektor riil yang lebih kondusif serta menjaga stabilitas perekonomian.

BI juga bersiap merumuskan kebijakan domestik yang responsif terhadap ketidakpastian global. Salah satu tantangan yang masih menjadi perhatian adalah tren suku bunga acuan negara-negara maju yang bertahan pada level tinggi atau higher for longer.

Namun, Ibrahim menilai laju penguatan rupiah masih berpotensi terbatas. Pasar tetap mewaspadai kemungkinan kenaikan inflasi umum maupun inflasi inti dalam beberapa bulan mendatang.

“Laju kenaikan terbatas akibat kekhawatiran bahwa inflasi umum dan inflasi inti dapat meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang, yang dipicu oleh tingginya biaya input dan logistik, kembali naiknya harga energi, serta potensi gangguan pasokan pangan akibat fenomena El Nino,” jelasnya.

Kondisi tersebut menurut Ibrahim menjadi tantangan bagi BI di bawah kepemimpinan Destry untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas harga, stabilitas nilai tukar, dan kebutuhan untuk tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today