Indro Warkop Murka Lihat Fenomena Orang Tua Bonceng Anak Lawan Arah: Itu Kriminal

Indro Warkop Murka Lihat Fenomena Orang Tua Bonceng Anak Lawan Arah: Itu Kriminal

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Minggu, 3 Mei 2026 – 10:57 WIB

Drs.H.Indrodjojo Kusumonegoro, yang lebih dikenal dengan nama Indro Warkop. (Foto: Inilah.com/Harris Muda)

Drs.H.Indrodjojo Kusumonegoro, yang lebih dikenal dengan nama Indro Warkop. (Foto: Inilah.com/Harris Muda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Salah satu personel grup lawak Warkop DKI, Indro Warkop atau Indrodjojo Kusumonegoro, menyampaikan kegelisahannya terhadap fenomena pengendara yang tidak tertib berlalu lintas. Secara khusus, Indro menyoroti maraknya pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus di jalan raya.

Pria yang dikenal sebagai pehobi motor besar, khususnya Harley-Davidson itu menilai tindakan melawan arah tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran sepele.

Menurutnya, pengendara yang sengaja melanggar aturan lalu lintas dengan melawan arus tak ubahnya seperti pelaku kriminal karena membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Indro menilai persoalan ini menjadi semakin mengkhawatirkan ketika pelanggaran dilakukan sambil membonceng anak, terlebih anak yang masih mengenakan seragam sekolah dan tidak memakai helm. Baginya, tindakan tersebut bukan hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga memberikan contoh buruk kepada anak sejak dini untuk melanggar aturan.

“Saya paling kesal sama orang tua yang bawa anak terus melawan arah (saat bawa motor). karena kita tahu ya, kita bangsa ini sekarang menurut saya yang paling parah yang susah dikendalikan adalah dekadensi moralnya,” kata Indro di Jakarta, dikutip Minggu (3/5/2026).

“Tapi ya itu, sepele banget kadang-kadang cuman ini sedikit, tapi bahwa sebetulnya itu buat saya pelanggaran terhadap HAM anak ya. Karena diajarkan untuk berbuat jahat gitu. Terus apalagi enggak dipakaikan helm,” ujarnya.

Indro percaya, setiap perilaku yang ditunjukkan orang tua akan terekam dan dicontoh oleh anak-anaknya di kemudian hari. Ia khawatir kebiasaan melanggar aturan, seperti melawan arus lalu lintas, justru membentuk pola pikir keliru pada anak sejak dini.

“Terus abis itu dia ngomong lagi, ‘Ah, tadi aku ngelawan arah aja, enggak ada polisi ini’. Anaknya ngerekam, ‘Oh, kalau ada polisi oke nih, kalau enggak ada polisi semuanya serba boleh’,” tutur Indro.

Lebih lanjut, Indro kembali menegaskan tindakan melawan arus lalu lintas, terlebih saat membonceng anak, merupakan bentuk pelanggaran serius yang tidak bisa dianggap remeh.

“Itu buat saya kejahatan. Itu harus kita cegah. Gitu. Kita yang mengerti harus mencegah itu. Kenapa? Karena kita memberikan pelajaran pada anak kita untuk berbuat jahat. Untuk melawan aturan. Untuk kriminal. Itu sesepele itu sebetulnya saya pikir. Tapi betapa penting sekali kita pahami itu,” katanya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 6 times, 1 visit(s) today