Inter 3-0 Fiorentina: Chivu Puji Sucic dan Bisseck, Sebut Tim Tampil Dewasa

Inter 3-0 Fiorentina: Chivu Puji Sucic dan Bisseck, Sebut Tim Tampil Dewasa
Hasil Liga Italia

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 30 Oktober 2025 – 09:14 WIB

Pelatih FC Internazionale Cristian Chivu dan Federico Dimarco dari FC Internazionale menyaksikan pertandingan Serie A antara FC Internazionale dan ACF Fiorentina di Stadion Giuseppe Meazza pada 29 Oktober 2025 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Pelatih FC Internazionale Cristian Chivu dan Federico Dimarco dari FC Internazionale menyaksikan pertandingan Serie A antara FC Internazionale dan ACF Fiorentina di Stadion Giuseppe Meazza pada 29 Oktober 2025 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengaku sangat puas dengan mental dan kesabaran para pemainnya setelah menaklukkan Fiorentina 3-0 di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (29/10/2025) dini hari WIB.

Gol-gol dari Hakan Calhanoglu dan Petar Sucic, ditambah penalti di menit-menit akhir, memastikan Nerazzurri kembali ke jalur kemenangan setelah sebelumnya kalah dari Napoli.

“Tim sebesar Inter harus tahu cara melewati masa-masa sulit dan tetap mengejar mimpi serta tujuan kami,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia usai laga.

“Pertandingan ini tidak mudah sama sekali. Fiorentina bermain sangat terorganisir dan menunggu peluang lewat serangan balik. Kami harus sabar, memahami pola mereka, lalu mencari celah untuk menyerang.”

Inter Tampil Sabar dan Efisien

Inter sempat kesulitan menembus pertahanan rapat Fiorentina di babak pertama karena penampilan gemilang kiper David De Gea. Namun, perubahan tempo di babak kedua menjadi kunci kemenangan.

“Kami menambah determinasi dan efektivitas setelah jeda. Gol pertama dari luar kotak penalti mengubah segalanya,” kata Chivu.

“Hari ini kami menunjukkan kesabaran luar biasa. Di babak kedua, pertandingan berubah total dan ruang-ruang mulai terbuka.”

Chivu Puji Sucic dan Bisseck

Laga ini juga menjadi panggung bagi Petar Sucic, yang memanfaatkan cedera Henrikh Mkhitaryan untuk tampil sejak awal. Gelandang muda asal Kroasia itu mencetak gol solo spektakuler — gol pertamanya di Serie A.

“Saya sangat senang untuk Sucic. Dia pemain lengkap: bisa bermain di banyak posisi, punya kualitas, stamina, dan disiplin. Golnya pantas diapresiasi karena dia sudah bekerja keras sejak lama,” puji Chivu.

Selain itu, Yann Bisseck juga tampil solid sebagai bek tengah dalam formasi tiga pemain belakang. Menurut Chivu, kecepatan dan keberanian Bisseck sangat membantu menutup ruang serangan Fiorentina.

“Saya senang dengan performa Yann. Dia cocok bermain di tengah karena punya kecepatan untuk membaca pergerakan lawan seperti Moise Kean,” jelas Chivu.

“Saya bilang padanya: kalau ragu, biarkan lawan yang berlari mengejar bola, jangan coba antisipasi dan tertinggal. Itu pelajaran kecil dari pengalaman saya sebagai pemain bertahan,” tambahnya sambil tersenyum.

Kemenangan untuk Pulihkan Kepercayaan Diri

Kemenangan ini menjadi respons positif setelah kekalahan 1-3 dari Napoli yang sempat mengguncang ruang ganti Inter. Dengan hasil ini, Nerazzurri kembali menjaga posisi di papan atas Serie A dan memulihkan momentum sebelum melanjutkan jadwal padat di Eropa.

“Kami butuh pertandingan seperti ini. Tim ini tahu bagaimana bertahan, menunggu momen, lalu menghancurkan lawan dengan efisien,” tutup Chivu.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today