Misteri inti dalam planet Mars akhirnya terpecahkan. Untuk pertama kalinya, tim ilmuwan gabungan China dan internasional berhasil menemukan inti dalam yang padat di Mars, dengan radius sekitar 600 kilometer. Temuan ini menjadi petunjuk penting untuk memahami sejarah evolusi medan magnet Mars.
Mars, sebagai planet terestrial yang paling mirip Bumi, selalu menjadi target utama dalam eksplorasi antariksa. Namun, mengintip ke dalam strukturnya bukanlah pekerjaan mudah. Di Bumi, butuh hampir setengah abad untuk mengonfirmasi keberadaan inti dalam yang padat, meskipun gelombang seismik sudah memberikan petunjuk sejak 1936.
Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Sun Daoyuan dan Mao Zhu dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China, bekerja sama dengan peneliti internasional, menganalisis data gempa Mars yang direkam oleh wahana antariksa InSight milik NASA. Mereka menggunakan metode analisis array pada data dari 23 kejadian gempa Mars dengan rasio signal-to-noise yang relatif tinggi.
Hasilnya, yang dipublikasikan di jurnal Nature pada Rabu (3/9/2025), sangat mengejutkan. Mereka menemukan bahwa inti Mars memiliki struktur berlapis, mirip Bumi. Inti luarnya berbentuk cair, sementara inti dalamnya padat.
Menurut penelitian, radius inti dalam Mars yang padat adalah sekitar 600 kilometer, atau sekitar seperlima dari total radius planet. Jika Mars diperbesar seukuran Bumi, proporsi struktur inti dalam dan luarnya akan sangat serupa.
Data gempa juga menunjukkan adanya perbedaan kecepatan gelombang dan kepadatan antara inti luar dan inti dalam Mars. Dari temuan ini, para peneliti menyimpulkan bahwa inti Mars tidak hanya terdiri dari besi dan nikel. Komposisinya juga mengandung 12 hingga 16 persen sulfur, 6,7 hingga 9 persen oksigen, dan tidak lebih dari 3,8 persen karbon.
Temuan ini tidak hanya memberikan petunjuk penting tentang sejarah medan magnet Mars yang kini hening, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk membandingkan evolusi internal antara Bumi dan planet-planet terestrial lainnya. Studi ini menjadi yang pertama yang mengonfirmasi keberadaan inti dalam yang solid di planet lain selain Bumi.














