Investasi RI Semester I Tembus Rp1.010,6 Triliun, Serap Hampir 1,45 Juta Tenaga Kerja

Investasi RI Semester I Tembus Rp1.010,6 Triliun, Serap Hampir 1,45 Juta Tenaga Kerja

Vonita Medium.jpeg

Kamis, 16 Juli 2026 – 21:29 WIB

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menunjukkan data realisasi investasi Indonesia semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menunjukkan data realisasi investasi Indonesia semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden RI Prabowo Subianto menerima laporan realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun. Angka tersebut setara 49,5 persen dari target investasi nasional tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun.

Laporan tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga menjabat Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, usai bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).

“Di tengah masih tantangan geopolitik maupun geografi dunia alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in line dengan target yang dicanangkan yang kita set up oleh Bappenas kepada kami untuk tahun di 2026 ini,” kata Rosan kepada wartawan.

Menurut Rosan, capaian tersebut mencerminkan masih tingginya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global. Realisasi investasi itu juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

Sepanjang semester I 2026, investasi yang masuk ke Indonesia tercatat menyerap 1.448.862 tenaga kerja, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rosan juga memaparkan lima subsektor dengan realisasi investasi terbesar selama enam bulan pertama 2026. Posisi teratas ditempati industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya dengan nilai investasi mencapai Rp150,4 triliun atau 14,9 persen dari total realisasi investasi.

“Jasa lainnya ini lebih banyak di data center itu kurang lebih 114 triliun (rupiah) atau 11,3 persen, pertambangan 105 triliun (rupiah), kemudian transportasi, gudang, telekomunikasi kurang lebih 10,2 persen dan ini perumahan kawasan industri dan perkantoran 85,5 (triliun rupiah) atau 8,5 persen,” jelasnya.

Berdasarkan asal negara investor, Singapura masih menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai 8,8 miliar dolar Amerika Serikat. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong sebesar 7,6 miliar dolar Amerika Serikat, disusul Tiongkok 3,9 miliar dolar Amerika Serikat, Jepang 1,9 miliar dolar Amerika Serikat, dan Amerika Serikat 1,7 miliar dolar Amerika Serikat.

Meski demikian, Rosan mengungkapkan terjadi perubahan pada kuartal II 2026. Hong Kong untuk sementara menggeser Singapura sebagai investor terbesar pada periode tersebut.

“Tetapi sebetulnya terjadi pergeseran sedikit di quarter kedua ini. Mungkin saya agak lompat sedikit karena investor terbesar kita itu justru adalah Hongkong di quarter kedua. Itu adalah Hongkong. Nanti mungkin di itu kurang lebih 5 miliar (dolar) baru diikuti oleh Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia. Tapi secara overall di semester pertama ini masih ditempati oleh Singapura,” paparnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today