Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan bersama Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste meninjau fasilitas manufaktur healthcare PT Bayer Indonesia di Cimanggis, Depok.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda delegasi Jerman di Indonesia untuk memperkuat kerja sama bilateral, termasuk di sektor energi dan kesehatan.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi meninjau fasilitas produksi sejumlah produk kesehatan Bayer, termasuk Multiple Micronutrient Supplements (MMS) atau suplemen multimikronutrien untuk ibu hamil.
Fasilitas manufaktur Bayer di Cimanggis tidak hanya melayani kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mengekspor produk kesehatan ke lebih dari 42 negara.
Reem mengatakan kerja sama antara Indonesia dan Jerman memiliki peluang untuk mendorong investasi sekaligus memperkuat inovasi di sektor kesehatan dan energi.
“Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Reem.
Menurutnya, fasilitas Bayer di Cimanggis menjadi salah satu contoh penerapan investasi berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan sekaligus penguatan kapasitas manufaktur produk kesehatan.
Kebutuhan Suplemen Ibu Hamil Capai 4,9 Juta per Tahun
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan ketersediaan MMS menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak.
Kementerian Kesehatan menargetkan program nasional tersebut dapat menjangkau sekitar 4,9 juta ibu hamil setiap tahun.
“Guna mewujudkan target ini, kita tentu memerlukan pasokan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten,” kata Dante.
Suplemen multimikronutrien tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral ibu selama masa kehamilan. Ketersediaan pasokan menjadi penting seiring dengan upaya pemerintah memperkuat intervensi kesehatan ibu dan anak.
Dalam kunjungan itu, delegasi juga melihat langsung lini produksi MMS di fasilitas Bayer Cimanggis.
Produksi MMS Capai 1,2 Miliar Tablet per Tahun
Bayer telah menginvestasikan Rp99 miliar untuk pengembangan lini produksi, termasuk untuk produksi MMS serta kegiatan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D).
Lini produksi tersebut menghasilkan suplemen prenatal standar UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.
Kapasitas produksinya mencapai sekitar 1,2 miliar tablet MMS per tahun yang diproduksi dalam kemasan botol dan blister.
Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mengembangkan fasilitas manufaktur kesehatan di Indonesia.
“Melalui inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan yang esensial bagi kebutuhan domestik maupun pasar global,” ujar Priscilla.
Bayer Gunakan Energi Surya di Fasilitas Cimanggis
Selain lini produksi kesehatan, delegasi Jerman dan Indonesia juga meninjau instalasi panel surya atap yang berada di fasilitas Bayer Cimanggis.
Panel surya tersebut memiliki luas sekitar 1,66 hektare dengan kapasitas 2.054 kilowatt peak (kWp). Instalasi energi terbarukan itu mampu menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas.
Pemanfaatan energi surya tersebut juga diklaim mampu mengurangi emisi karbon hingga sekitar 2.073 ton CO₂ per tahun.
Kombinasi antara investasi manufaktur kesehatan dan pemanfaatan energi terbarukan menjadi bagian dari strategi Bayer dalam mengembangkan fasilitas produksi yang lebih berkelanjutan.
Bayer merupakan perusahaan global yang bergerak di bidang life science, khususnya sektor kesehatan dan pertanian, dengan misi “Health for All, Hunger for None”.






