Iran Bangsa Arya, tak Mudah Ditaklukan!

Iran Bangsa Arya, tak Mudah Ditaklukan!

Vonita Medium.jpeg

Sabtu, 14 Maret 2026 – 02:01 WIB

Ledakan akibat serangan misil Iran ke Tel Aviv, Israel, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Antara/Xinhua/Chen Junqing/am)

Ledakan akibat serangan misil Iran ke Tel Aviv, Israel, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Antara/Xinhua/Chen Junqing/am)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan laporan mengenai konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Luhut menilai Iran memiliki ketangguhan karena latar belakang sejarahnya sebagai bagian dari bangsa Arya yang tidak mudah dikalahkan.

Laporan ini disampaikan Luhut kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Luhut menyoroti strategi serangan balasan AS ke Iran melalui Israel yang menargetkan titik-titik vital.

“Nah kalau kita lihat operasi Fury dan serangan Amerika Serikat dari Israel ke Iran, itu mereka menargetkan seperti ini, ada tiga, yaitu melumpuhkan pertahanan udara Iran, melupuhkan kapasitas Iran, dan seterusnya,” kata Luhut.

Meski mendapatkan tekanan militer dari AS, Luhut menyebut Iran tidak gentar. Ia mengaitkan hal tersebut dengan identitas masyarakat Iran sebagai keturunan bangsa Arya yang memiliki sejarah peradaban tinggi di dataran tinggi Iran serta pengaruh luas dalam warisan keagamaan dan arsitektur.

“Juga saya ingin menambahkan pada peserta rapat, hormat bahwa bangsa Iran ini sebenarnya bangsa Arya, jadi tidak mudah juga ditaklukkan,” ujarnya.

Luhut menjelaskan bahwa kekuatan Iran terlihat saat intensitas serangan rudal mereka menurun karena adanya upaya penghancuran dari pihak lawan. Namun, Iran juga berhasil memberikan perlawanan terhadap serangan tersebut.

“Kalau kita lihat slide berikutnya jumlah rudal yang ditempatkan Iran menurun tajam, karena 50 persen peluncuran rudal dilaporkan telah dihancurkan,” ucapnya.

Di sisi lain, Luhut memaparkan, jumlah penggunaan drone oleh Iran turut mengalami penurunan. Hal ini disebabkan strategi AS yang menargetkan pusat produksi hingga lokasi peluncuran. Meski begitu, Iran dinilai memiliki strategi lapangan yang efisien.

“Tapi kalau kita lihat jumlah drone yang ditempahkan Iran juga menurun, slide berikutnya ini, saya lihat terus menurun karena Amerika memang dari sumber-sumber data yang kami dapat, memang menargetkan untuk menghancurkan pabriknya, menghancurkan arsenalnya, dan tempat-tempat peluncurannya. Namun Iran juga cukup cerdik mereka melakukan mobile peluncuran,” paparnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 7 times, 1 visit(s) today