Janjikan Efisiensi dan Perbaikan Coretax, Purbaya Prediksikan Pajak 2026 Gagal Target

Janjikan Efisiensi dan Perbaikan Coretax, Purbaya Prediksikan Pajak 2026 Gagal Target

Clara Medium.jpeg

Selasa, 7 Juli 2026 – 16:42 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Antara/Rizka Khaerunnisa)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Antara/Rizka Khaerunnisa)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Akhirnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui, tahun ini adalah tahun berat untuk pencapaian pajak. Sepanjang 2026, diprediksikan setoran pajak gagal memenuhi target yang ditetapkan Rp2.357,7 triliun.

Purbaya memperkirakan, penerimaan pajak pada tahun ini mencapai Rp2.310,8 triliun. Atau terjadi shortfall sebesar Rp46,9 triliun dari target. Atau setara 98,8 persen dari target.

Nah, prediksi setoran pajak Purbaya pada 2026 sebesar Rp2.310,8 triliun itu, tumbuh 20,5 persen secara tahunan alias year on year (yoy). 
Meski prediksi angka shortfall pajak pada tahun ini, lebih rendah ketimbang 2025 yang mencapai Rp271 triliun, Purbaya berjanji akan bekerja lebih keras untuk mengoptimalkan penerimaan pajak.

“Penerimaan pajak memang turun ke 20,5 persen. Kita akan terus jaga, mudah-mudahan bisa tahan di 23 persen. Sehingga income kita bisa menjadi lebih baik,” ujar Purbaya dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Purbaya akan melakukan berbagai upaya untuk mencapai target pajak. Misalnya dengan menjalankan efisiensi pegawai, perbaikan Coretax serta perbaikan prosedur pengumpulan pajak.

“Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mencapai target pajak tidak ditempuh dengan menaikkan tarif pajak, atau menciptakan pajak baru yang membebani masyarakat,” imbuhnya.

Di sisi lain, realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2026 mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Realisasi tersebut telah memenuhi 43,9 persen dari target APBN 2026 dan menjadi pembalikan dari tren kontraksi yang sempat terjadi pada periode sebelumnya.

Dari sisi jenis pajak, hampir seluruh kelompok penerimaan mencatatkan pertumbuhan positif. PPh Badan beserta setoran deposit mencapai Rp196,1 triliun atau meningkat 28,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya seiring membaiknya profitabilitas dunia usaha.

Sementara itu, penerimaan PPh Orang Pribadi, PPh Pasal 21 dan deposit terealisasi sebesar Rp146 triliun, atau tumbuh 13,6 persen secara tahunan. Adapun PPh Final, PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 26 mencapai Rp159,9 triliun, atau tumbuh 1,4 persen.

Di sisi lain, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM mencatat pertumbuhan paling tinggi. Hingga akhir Juni 2026, penerimaan mencapai Rp380 triliun, atau melonjak 42,2 persen ketimbang periode yang sama di tahun lalu.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today