Jepang Vs Belanda di Piala Dunia 2026: Adu Mekanik Dua Kutub Sepak Bola!

Jepang Vs Belanda di Piala Dunia 2026: Adu Mekanik Dua Kutub Sepak Bola!

Dengan rekor mentereng selama uji coba, Jepang kini masuk gelanggang Piala Dunia 2026 untuk menghadapi pertandingan nyata, melawan salah satu kekuatan sepak bola dunia, Belanda!

Ini adalah pertemuan dua tim yang sama-sama memuja sepak bola menyerang dan percaya kepada build up sebelum menginvasi daerah pertahanan lawan atau sebelum bola bersarang di gawang lawan.

Belanda dengan “total football”, Jepang dengan sepak bola taktis minim individualistis yang mereka namai dengan “Japan’s Way”.

Sulit ditembus tapi bukan low block

Seharusnya Koeman setia dengan pola 4-3-3 yang sudah menjadi formula standar “total football” di mana pergerakan tim mengandalkan pemain sayap yang menjaga garis pinggir lapangan, alih posisi pemain yang fleksibel, dan menekankan penguasaan bola.

Tapi Koeman juga sering memakai pola tiga bek tengah dalam formasi 3-5-2 atau 3-4-3 untuk mempersolid struktur pertahanan tatkala diperlukan.

Koeman akan memakai pola yang disesuaikan dengan kekuatan skuadnya, dan jenis lawan yang dihadapi Oranje.

Jadilah pertemuan Belanda dan Jepang ini menjadi pertarungan adu taktik yang seru, yang akan memiliki resonansi ke pertarungan yang sama sengit di lapangan.

Tetapi ini bukan pertemuan klasik, karena kedua tim jarang bertemu, baik dalam arena kompetitif, maupun dalam laga persahabatan.

Pertemuan mereka di Dallas pada Senin dini hari pukul 03.00 WIB esok adalah pertemuan kedua Belanda dan Jepang dalam putaran final Piala Dunia setelah Piala Dunia 2010 ketika Jepang menyerah 0-1 pada fase grup.

Total, kedua tim sudah bertemu tiga kali sebelum pertemuan di Grup F Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Arlington, negara bagian Texas. Dua pertemuan lain berakhir seri dan kemenangan untuk Belanda.

Oranje boleh bangga dengan catatan itu, apalagi resume Piala Dunia mereka jauh lebih mentereng ketimbang Samurai Biru, karena tiga kali hampir menjuarai Piala Dunia kala menjadi finalis edisi 1974, 1978, dan 2010.

Jepang sendiri tak pernah bisa melangkah lebih jauh dari babak 16 besar dalam delapan edisi sebelumnya, termasuk ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002.

Meskipun demikian Belanda mesti tahu bahwa warna dan bentuk tim Samurai Biru edisi ini sudah sangat berubah.

Belakangan ini samurai Jepang sudah banyak merenggut korban, tak saja tim-tim Asia yang diberondong habis dengan total 54 gol selama babak kualifikasi hingga Jepang menjadi tim pertama di dunia di luar tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, yang lolos ke Piala Dunia 2026.

Jepang juga memiliki struktur pertahanan yang kuat yang bukan dibangun di atas sistem bermain “low block”, melainkan pressing tak henti baik saat membawa bola maupun kala kehilangan bola. Buktinya, selama kualifikasi zona Asia mereka hanya kebobolan tiga kali.

Penampilan Ko Itakura cs juga semakin menyeramkan dari hari ke hari, sampai memenangkan seluruh dari enam laga persahabatan sebelum kickoff Piala Dunia 2026.

Selalu bisa bahayakan lawan

Korbannya pun tak main-main, karena termasuk Brasil dan Inggris yang merupakan para mantan juara dunia dan favorit juara Piala Dunia 2026. Kedua tim menyerah 2-3 dan 0-1 kepada Jepang dalam laga persahabatan.

Sayang, Jepang tak lagi diperkuat Wataru Endo yang sudah pensiun dari timnas, dan Kaoru Mitoma yang cedera.

Tapi Moriyasu tak membentuk tim yang bersandar pada satu dua pemain, melainkan tim yang memiliki chemistry kuat yang merasakan timnya terikat dalam satu keluarga.

Lagi pula dia masih memiliki Ayase Ueda yang meraih Sepatu Emas di Liga Belanda, selain Takehiro Tomiyasu, Takefusa Kubo, Daichi Kamada, Maya Yoshida dan Ao Tanaka.

Mereka adalah bagian dari 23 pemain Jepang yang bermain di berbagai klub Eropa, yang dibawa Moriyasu ke Piala Dunia 2026. Tiga pemain lain berasal dari liga domestik Jepang.

Jika Jepang semakin menunjukkan aura perkasa, tidak demikian dengan Belanda.

Walau tak pernah kalah selama babak kualifikasi sampai memuncaki grupnya untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, penampilan Virgil van Dijk cs agak menurun justru ketika Piala Dunia 2026 sudah semakin dekat.

Mereka tumbang 0-1 di tangan Aljazair di Rotterdam pada 3 Juni. Lalu menang susah payah 1-2 dari debutan Uzbekistan pada laga persahabatan terakhir.

Belanda memang tidak tampil maksimal dalam kedua pertandingan itu, tapi tetap mampu menciptakan banyak peluang emas yang seharusnya bisa memenangkan kedua laga itu dengan skor telak.

Pemain-pemain mereka, khususnya Crysencio Summerville dan Donyell Malen, terlalu sering menyia-nyiakan peluang.

Tapi, bahkan dalam keadaan itu, Malen dan Summerville, memberi pesan kepada lawan-lawan Belanda bahwa pemain-pemain Oranje, termasuk Cody Gakpo dan Justin Kluivert, selalu bisa berada di posisi-posisi berbahaya. Jepang harus tahu hal ini.

Seri mungkin hasil yang paling mungkin dari laga ini.  Tapi jika kemenangan menjadi konklusi dari pertandingan ini, maka kecil kemungkinan terjadi dalam skor yang mencolok.

Visited 2 times, 1 visit(s) today