Petugas Bea Cukai memantau situasi lingkungan kerja melalui kamera pengawas atau CCTV. (Dok. Bea Cukai)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tak sedang bercanda, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tak segan bubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) jika gagal meningkatkan kinerja. Produk ilegal asing begitu mudahnya masuk ke Indonesia.
Pernyataan itu merespons temuan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berupa 250 ton beras impor ilegal asal Thailand dan Vietnam. Beras haram itu masuk lewat Pelabuhan Sabang, Aceh. Ternyata, ada pula pakaian bekas atau thrifting yang masuk secara ilegal.
“Kita akan beresin. Jadi, Bea Cukai sudah saya panggil. Kita rapat internal ya, kita diskusikan dengan mereka. Saya bilang begini: image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita. Jadi, kita harus perbaiki dengan serius,” ujar Menkeu Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Kemenkeu, kata Menkeu Purbaya, telah meminta waktu setahun kepada Presiden Prabowo untuk membenahi kinerja Bea Cukai.
Dia mengaku telah memberi ancaman akan membubarkan DJBC, kemudian digantikan Societe Generale de Surveilance (SGS) asal Swiss. Di mana, SGS adalah perusahaan multinasional Swiss yang berkantor pusat di Jenewa. Bisnisnya menyediakan layanan inspeksi, verifikasi, pengujian, dan sertifikasi.
“Karena ancamannya serius, kalau Bea Cukai, enggak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih enggak puas, bisa kita bekukan. Diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi. Jadi orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi. Kini, mereka bersemangat untuk memperbaiki kinerja,” jelasnya.
Bendahara negara itu, mengatakan, DJBC telah menerapkan artificial intellegence (AI) di setiap stasiun maupun pelabuhan untuk mencegah adanya under invoicing. Dia berharap upaya tersebut mencegah terjadinya penyeludupan berulang.
“Jadi sekarang cukup baik kemajuannya. Saya pikir, tahun depan sudah aman-lah. Artinya bea cukai akan bisa bekerja dengan baik dan profesional. Karena gini, saya bilang kalau kita gagal memperbaiki Bea Cukai, nanti 16 ribu pegawainya dirumahkan. Jadi orang Bea Cukai pintar-pintar, dan siap untuk merubah keadaan,” tegasnya.











