Jurusan Kecerdasan Buatan (AI) Kini Jadi Kunci Hadapi Ekonomi Global

Jurusan Kecerdasan Buatan (AI) Kini Jadi Kunci Hadapi Ekonomi Global

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 7 Agustus 2026 – 23:01 WIB

Tak lagi sekadar inovasi, AI kini jadi penggerak ekonomi. Simak bagaimana perguruan tinggi di Indonesia siapkan lulusan adaptif lewat kurikulum multidisiplin. (Foto: Binus)

Tak lagi sekadar inovasi, AI kini jadi penggerak ekonomi. Simak bagaimana perguruan tinggi di Indonesia siapkan lulusan adaptif lewat kurikulum multidisiplin. (Foto: Binus)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Perkembangan pesat teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah peta kebutuhan dunia kerja secara fundamental. 

Transformasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua yang tengah mempersiapkan anak-anak mereka memasuki perguruan tinggi: apakah kompetensi yang dipelajari hari ini masih akan relevan ketika anak lulus empat atau lima tahun mendatang?

Kini, AI tidak lagi sekadar inovasi teknologi, melainkan telah menjadi penggerak utama dalam AI Economy. Teknologi seperti Generative AI hingga AI Agent telah mendisrupsi lintas sektor, mulai dari keuangan, kesehatan, manufaktur, hingga industri kreatif.

Menjawab tantangan kompetensi di era disrupsi tersebut, BINUS University resmi memperluas akses pendidikan melalui program studi Artificial Intelligence

Setelah sukses diselenggarakan di BINUS @Kemanggisan dan BINUS @Alam Sutera, program ini kini diekspansi ke BINUS @Bekasi, BINUS @Bandung, BINUS @Malang, dan BINUS @Semarang. Selain itu, program Computer Science di BINUS @Medan juga semakin memperkuat fokus pembelajarannya pada kecerdasan buatan.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., memaparkan bahwa perluasan akses ini merupakan langkah strategis untuk mencetak talenta digital tanpa mengharuskan calon mahasiswa berpindah kota.

“Keputusan untuk menghadirkan Program Artificial Intelligence di berbagai kampus merupakan bagian dari komitmen kami dalam semangat ‘Fostering and Empowering the Society‘. Kami ingin memastikan semakin banyak generasi muda Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk menguasai teknologi masa depan,” tegas Dr. Nelly di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Bukan Sekadar Kurikulum Pemrograman

Menariknya, literasi AI kini bukan lagi ilmu yang eksklusif bagi calon programmer. Praktisi hukum, tenaga kesehatan, hingga pekerja kreatif kini dituntut untuk mampu memanfaatkan alat berbasis AI di bidangnya masing-masing.

Oleh karena itu, kurikulum Artificial Intelligence di BINUS dirancang secara multidisiplin. Mahasiswa tidak hanya dibekali fondasi teknis seperti data science, machine learning, computer vision, natural language processing, Internet of Things (IoT), dan robotics, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam terkait etika AI, komunikasi, dan aspek bisnis.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., mengingatkan bahwa cara pandang masyarakat terhadap AI harus diubah. Pertanyaan terpenting saat ini bukanlah apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI.

“Yang perlu dipersiapkan bukan hanya kemampuan menggunakan berbagai tools AI, tetapi juga kemampuan memahami cara kerjanya, mengevaluasi hasilnya, mengembangkan solusi, serta menerapkannya secara bertanggung jawab,” jelas Prof. Derwin.

Melalui perluasan program studi yang mengombinasikan fondasi akademik kuat dan pengalaman kolaborasi industri ini, diharapkan Indonesia mampu memaksimalkan bonus demografi guna mencetak talenta seperti AI Engineer, AI Consultant, hingga AI Product Specialist yang berdaya saing di pasar global.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today