Kado Perpisahan ‘Hujan Gol’ Inggris untuk 14 Tahun Jasa Deschamps

Kado Perpisahan ‘Hujan Gol’ Inggris untuk 14 Tahun Jasa Deschamps

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Minggu, 19 Juli 2026 – 06:27 WIB

Didier Deschamps resmi menutup 14 tahun karier emasnya sebagai pelatih Timnas Prancis usai kekalahan dramatis 4-6 dari Inggris di perebutan tempat ketiga. (Foto: Getty images)

Didier Deschamps resmi menutup 14 tahun karier emasnya sebagai pelatih Timnas Prancis usai kekalahan dramatis 4-6 dari Inggris di perebutan tempat ketiga. (Foto: Getty images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sebuah era emas dalam sejarah sepak bola Prancis resmi menemui garis akhirnya. Kekalahan dramatis 4-6 dari Inggris pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 menjadi panggung perpisahan yang kurang manis bagi sang pelatih legendaris, Didier Deschamps.

Berlaga di Stadion Miami, Florida, pada Minggu (19/7) pagi WIB, armada Les Bleus gagal membawa pulang medali perunggu setelah takluk dalam pertarungan hujan 10 gol yang luar biasa menegangkan.

Kemenangan Inggris dipastikan melalui rentetan gol Declan Rice (3′), Ezri Konsa (18′), hattrick brilian Bukayo Saka (37′, 45+1′, 87′), serta gol penutup Jude Bellingham (90+8′). Sementara itu, Prancis yang terus berjuang memperkecil ketertinggalan lewat dwigol Kylian Mbappe (48′, 66′), Bradley Barcola (54′), dan Ousmane Dembele (90+6′) pada akhirnya harus rela pulang dengan tangan hampa.

Pelukan Terakhir di Atas Lapangan

Begitu peluit panjang ditiupkan, tidak ada raut amarah di wajah Deschamps. Pelatih berusia 57 tahun itu justru berjalan ke tengah lapangan, menyalami dan memeluk satu per satu pemainnya. Momen emosional tersebut menjadi penanda resmi berakhirnya 14 tahun masa pengabdiannya sebagai nakhoda utama Timnas Prancis.

Jauh sebelum peluit kick-off dibunyikan, Deschamps memang telah menegaskan bahwa duel melawan Inggris ini akan menjadi lembaran terakhirnya bersama Les Bleus.

“Saya tahu ini pertandingan terakhir dan saya tidak ingin ada yang menangis. Saya juga tidak berpikir ada yang akan menangis,” ungkap Deschamps dengan tegar sebelum laga.

“Saya beruntung mengalami begitu banyak momen luar biasa, juga beberapa masa sulit. Perjalanan ini memang akan berakhir, tetapi hidup terus berjalan,” tambahnya.

Meninggalkan Warisan Abadi untuk Les Bleus

Meski kiprahnya di Piala Dunia 2026 harus berakhir tanpa kalungan medali, warisan yang ditinggalkan Deschamps tidak akan pernah luntur dari buku sejarah Prancis.

Mengambil alih kursi kepelatihan sejak 2012, ia sukses membangun fondasi skuad bermental juara. Deschamps mempersembahkan trofi paling bergengsi Piala Dunia 2018 di Rusia, mengantarkan tim menjadi runner-up di Piala Dunia 2022 Qatar, serta menjuarai UEFA Nations League 2021.

Dalam kurun waktu 14 tahun, Deschamps mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pelatih tersukses yang pernah dimiliki Prancis. Dari total 187 pertandingan di bawah arahannya, ia berhasil membukukan 122 kemenangan, 32 hasil imbang, dan hanya 33 kali menelan kekalahan.

Lebih dari sekadar catatan statistik, Deschamps mengakui bahwa ikatan batinnya bersama Kylian Mbappe dan kawan-kawan adalah pencapaian tertingginya.

“Tim nasional Prancis, dengan semua yang menyertainya dalam karier profesional saya, adalah hal terindah yang pernah saya alami,” pungkasnya. Sebuah kalimat penutup yang sempurna dari sang jenderal untuk mengakhiri tarian terakhirnya di pentas dunia.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 1 visit(s) today