Kapolri Akui Ada 13 Ribu Kelompok Teror yang Dipantau

Kapolri Akui Ada 13 Ribu Kelompok Teror yang Dipantau

Anton Medium.jpeg

Selasa, 3 Maret 2026 – 05:10 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara dalam rakor terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, Senin (2/3/2026). (Foto: Antara)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara dalam rakor terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, Senin (2/3/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku saat ini memantau sedikitnya 13.252 target terkait kelompok teror sebagai langkah antisipasi menjelang Lebaran 2026.

Pernyataan itu disampaikan Sigit dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3).

Dalam pemaparannya, pengamanan mudik tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga mencakup potensi ancaman teror.

“Terkait dengan aksi teror, ini juga tentunya menjadi perhatian kita. Di tahun 2023 sampai 2026 kemarin, kita berhasil untuk mencegah terjadinya aksi serangan teror,” ujarnya.

Karena itu, Polri terus melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk preventive strike. Sepanjang 2025, pihaknya telah mengamankan 51 tersangka terkait jaringan terorisme.

Menjelang musim mudik tahun ini, Polri juga terus memantau perkembangan kelompok-kelompok teror, terutama di tengah dinamika konflik global yang tengah berlangsung, termasuk di kawasan Timur Tengah.

“Saat ini kita terus masih mengikuti eksistensi kelompok teror, ada 13.252 target yang kita pantau. Tentunya ini menjadi perhatian kita karena saat ini sedang terjadi konflik global yang memang memiliki potensi akan adanya geliat terkait dengan hal ini,” jelasnya.

Selain itu, Sigit meminta seluruh jajaran kepolisian memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, serta unsur intelijen untuk melakukan pendataan ulang dan pemantauan terhadap kelompok-kelompok teror.

“Tahun kemarin kita mengamankan tujuh orang target pada saat pelaksanaan mudik. Tolong ini betul-betul kerja sama yang baik dengan seluruh jajaran intelijen, kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI dan pemerintah daerah,” katanya.

Polri menegaskan komitmennya menjaga keamanan selama periode mudik dan arus balik, sehingga masyarakat dapat merayakan momen Lebaran dengan aman dan nyaman.

Terkait mudik Lebaran, Polri juga telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang patut diwaspadai, mulai dari ruas Tol Cikampek hingga Trans Sumatera-Palembang.

Tak hanya di jalur mudik wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, titik rawan macet juga diperkirakan terjadi di wilayah Bali.

“Jalan arteri mulai dari jalur Bandung, Nagreg, Garut, Tasik, sampai dengan jalur Legian Kuta Bali,” ujarnya.

Berikut jalur arteri rawan kemacetan:

– Jalur Pantura Jawa
– Jalur Jombang, Nganjuk, Kediri (Mengkreng)
– Jalur Simpang Cileuyi (Bandung)
– Jalur Bandung, Nagreg, Garut, Tasik
– Jalur Pejagaan, Dermoleng, Karang Sawah Bumi Ayu
– Jalur Anyer Carita
– Jalur Gadog, Puncak
– Jalur Medan menuju Danau Toba
– Jalur Legian Kuta Bali

Kapolri juga telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas (lalin) saat arus mudik dan balik Lebaran 2026 atau dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada 13-25 Maret 2026.

Rekayasa lalin dinilai masih efektif untuk mengurai potensi kemacetan arus lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan saat arus mudik dan balik Idul Fitri.

“Tentunya strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman yang ada,” katanya.

Rekayasa lalin yang akan diterapkan di antaranya one way, contraflow, pengaturan di rest area hingga pembatasan kendaraan sumbu tiga.

“Pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan,” ucapnya.

Visited 6 times, 1 visit(s) today