Gaji Nova Arianto. (Foto: Instagram @novarianto30)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto tak mampu menutupi perasan kecewa usai timnya takluk atas Zambia 1-3 dalam laga perdana fase grup Piala Dunia U-17 2025.
Tampil di Aspire Zone, Doha, Qatar, Selasa (4/11/2025) Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat gol Zahaby Gholy di menit ke-12. Zambia kemudian membalas lewat tiga gol masing-masing melalui brace Abel Nyirongo (35′, 37′) dan Lukonde Mwale (42′).
“Yang pasti secara hasil kami pasti kecewa ya, karena kami tidak bisa dapat poin di pertandingan pertama,” kata Nova usai laga.
Meski kecewa, pelatih berusia 46 tahun itu tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya yang telah berjuang dan bekerja keras di lapangan.
“Tetapi sekali lagi saya sangat apresiasi kepada pemain yang sudah sangat bekerja keras, tetapi pemain harus bisa merasakan, yang merasakan level dia ini sekarang bermain di Piala Dunia,” katanya.
Lebih jauh, Nova dapat memaklumi, ini merupakan pengalaman pertama bagi Zahaby Gholy dan kawan-kawan tampil di panggung sekelas Piala Dunia. Sehingga wajar bila penampilan mereka belum sepenuhnya optimal.
Namun, terlepas dari itu, Nova turut menyoroti beberapa aspek yang perlu dibenahi para pemain, terutama keberanian dalam duel fisik dan penguasaan bola yang masih kurang maksimal.
“Dan di level Piala Dunia kalau pemain tidak berani bermain atau takut ya situasinya akan menjadi lebih sulit,” ucapnya.
Menurut Nova, perbedaannya terlihat jelas antara babak pertama dan kedua. Meski sempat mencetak gol lebih dulu, permainan Garuda Asia di babak pertama terkesan kurang berani.
Itu diperparah dengan banyaknya kesalahan elementer,?yang membuat Zambia leluasa mengurung pertahanan Garuda Asia hingga mampu menjebol gawang Dafa Algasemi sebanyak tiga kali.
Namun di babak kedua, para pemain tampil lebih baik dengan determinasi dan kepercayaan diri yang meningkat. Sayang, meski mendominasi, tim asuhan Nova Arianto belum berhasil merubah keadaan.
“Karena bisa lihat ada perbedaan secara permainannya di babak pertama dengan babak kedua dan saya bisa melihat secara babak, di babak kedua pemain saya bisa lebih punya determinasi lebih baik dan akhirnya bisa banyak membuat peluang di babak kedua dan itu yang harus kami perbaiki agar nanti di saat lawan Brasil ya pemain harus lebih siap,” bebernya.













