Pemerintah Taiwan punya kabar gembira. Mereka sepakat membagikan uang tunai sebesar 10.000 dolar New Taiwan atau sekitar Rp5,3 juta kepada setiap warganya. Kebijakan ini diambil setelah penerimaan pajak negara mengalami surplus besar.
Keputusan ini tidak lepas dari usulan Partai Kuomintang (KMT). Mereka mengusulkan kenaikan batas maksimal anggaran dari 410 miliar dolar New Taiwan menjadi 545 miliar dollar New Taiwan. Di dalamnya, ada alokasi khusus untuk pertahanan, industri, bantuan sosial, dan tentu saja, pembagian uang tunai untuk rakyat.
Surplus Pajak Melimpah, Rakyat Kebagian Berkah
Mengutip data dari Focus Taiwan, surplus penerimaan pajak pada tahun fiskal 2024 mencapai rekor tertinggi. Total penerimaan mencapai 3,7619 triliun dolar New Taiwan, jauh melampaui perkiraan tahunan. Inilah yang menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk mengalirkan sebagian ‘kelebihan’ uang itu kembali kepada masyarakat.
Yang menarik, bantuan ini akan diberikan kepada semua orang, termasuk keluarga kaya. Sempat ada wacana untuk mengecualikan orang kaya, tetapi ide itu ditolak oleh anggota legislatif. Mereka berpendapat, semua warga berhak menerima bantuan, terutama di tengah dampak bencana alam dan kenaikan tarif impor dari AS.
Meski begitu, nasib warga asing dengan izin tinggal permanen masih belum pasti. Kementerian Keuangan akan mengkaji lebih lanjut setelah anggaran baru ini disahkan secara resmi oleh legislatif.
Sempat Ada Penolakan
Awalnya, gagasan bagi-bagi uang tunai ini sempat ditolak oleh kabinet. Mereka khawatir langkah ini akan membuat pemerintah berutang. Wakil menteri politik di Kementerian Keuangan, Juan Ching-hua, bahkan memperingatkan bahwa surplus pajak tidak selalu berarti kondisi keuangan negara baik-baik saja.
Juan menjelaskan, selama satu dekade terakhir, Taiwan lebih sering mengalami defisit anggaran daripada surplus. Namun, setelah melalui pertimbangan matang, pemerintah akhirnya melunak dan menyetujui usulan tersebut.
Jika semua proses administrasi berjalan lancar, bantuan tunai ini bisa mulai dicairkan paling cepat pada Oktober 2025. Ini adalah kabar baik bagi seluruh warga Taiwan, yang akan menikmati hasil dari kinerja ekonomi dan penerimaan pajak yang luar biasa.














