Kemenhub Dukung KNKT Investigasi Penyebab Jatuhnya Helikopter Milik Estindo Air di Kalsel

Kemenhub Dukung KNKT Investigasi Penyebab Jatuhnya Helikopter Milik Estindo Air di Kalsel


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginvestigasi atas jatuhnya helikopter BK117 D3 berkode registrasi PK-RGH, milik Estindo Air di Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (1/9/2025).

Bangkai helikopter ditemukan hangus di kawasan hutan, sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalsel. Sebanyak 8 orang ditemukan meninggal akibat peristiwa ini.

“Kami mendukung penuh proses investigasi oleh KNKT, untuk mendapatkan gambaran yang utuh, mengenai penyebab insiden ini,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa di Jakarta, dikutip Jumat (5/9/2025).

Dukungan investigasi ini, menurut Lukman, sangat penting agar penyebab insiden jatuhnya helikopter yang cukup canggih itu. Berguna pula untuk meningkatkan standar keselamatan penerbangan nasional, khususnya transportasi udara berbasis helikopter.

“Dan hasilnya akan menjadi masukan penting dalam peningkatan keselamatan penerbangan ke depan,” ujar Lukman.

Selain itu, kata dia, Kemenhub menegaskan kembali komitmen memperkuat pengawasan serta pelaksanaan regulasi keselamatan penerbangan, terutama terhadap helikopter yang beroperasi di wilayah dengan kondisi geografis sulit dan tantangan alam ekstrem.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko dan peningkatan kualitas keselamatan penerbangan di Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, Lukman menyampaikan, Kemenhub ikut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa helikopter BK117-D3 (H145) milik PT Eastindo Air, yang dinyatakan hilang kontak (lost contact) pada Senin (1/9), sekitar pukul 09.00-10.00 WITA.

Helikopter tersebut telah ditemukan Tim SAR Darat pada Rabu (3/9), sekitar pukul 14.00 WITA. Heli itu jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Secara pribadi, Lukman menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga kru dan penumpang, yang menjadi korban dari musibah itu.

“Semoga para almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ucap Lukman.

Delapan korban yang telah dikonfirmasi meninggal dunia dalam musibah itu yakni Capt. Haryanto (Pilot in Command) Warga Negara Indonesia; Engineer Hendra (Crew) Warga Negara Indonesia.

Enam orang penumpang lainnya, adalah Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Iboy Irfan Rosa (Warga Negara Indonesia); dan tiga orang lainnya merupakan Warga Negara Asing (WNA) yakni Mark Werren asal Australia, Santhakumar Prabhakaran asal India, dan Claudinei Pereira Quinto asal Brasil.
 

Visited 2 times, 1 visit(s) today