Kena Comeback Cagliari, AC Milan Kubur Mimpi ke Liga Champions

Kena Comeback Cagliari, AC Milan Kubur Mimpi ke Liga Champions

Bencana tak terduga menghantam AC Milan di pekan pamungkas Serie A. Skuad asuhan Massimiliano Allegri secara mengejutkan takluk di tangan Cagliari pada laga yang digelar di San Siro, Minggu (24/5) waktu setempat. 

Kekalahan tragis ini membuat I Rossoneri gagal mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan dan harus terlempar ke posisi keenam klasemen akhir.

Jelang laga penentuan ini, Milan sebenarnya memegang kendali penuh. Mereka hanya membutuhkan satu kemenangan di kandang melawan Cagliari—tim yang sudah tidak memiliki kepentingan apa pun di sisa musim—untuk menyegel tiket ke kompetisi elite Eropa.

Awal Manis Berujung “Bunuh Diri”

Milan mengawali laga dengan sangat meyakinkan. Laga baru berjalan 80 detik, Alexis Saelemaekers sukses membawa publik San Siro bergemuruh lewat gol cepatnya. Namun, keunggulan tersebut justru membuat skuad Il Diavolo lengah dan runtuh.

Cagliari merespons dengan menyamakan kedudukan melalui gol Gennaro Borrelli. Bencana sesungguhnya datang ketika Juan Rodriguez berhasil membalikkan keadaan menjadi keunggulan bagi tim tamu lewat skema bola mati.

Gagal mengejar ketertinggalan hingga peluit panjang dibunyikan, posisi Milan di klasemen langsung disalip oleh Como 1907. Hasil ini memastikan Milan kehilangan tempat di Liga Champions, terlepas dari apa pun hasil pertandingan tunda Juventus.

Pembelaan dan Kekecewaan Max Allegri

Kekalahan ini seolah menjadi aksi “bunuh diri” bagi Milan, yang menutup musim dengan menelan tiga kekalahan dari empat laga terakhir. Pelatih Massimiliano Allegri tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

“Pada saat ini, saya merasa kecewa dan marah, karena kami gagal lolos ke Liga Champions. Setelah kami mengalahkan Genoa pekan lalu, tidak ada satu pun yang menduga kekalahan seperti ini akan terjadi,” ungkap Allegri kepada DAZN Italia.

Meski kecewa dengan kelengahan barisan pertahanannya, mantan pelatih Juventus tersebut menolak untuk mengambinghitamkan para pemainnya.

“Sayangnya, kami tidak bisa mengubah hasil ini sekarang. Ketika kami kalah dalam lima laga kandang dengan cara seperti yang kami lakukan, kami berakhir di posisi ini,” jelas Allegri. “Namun, saya tidak punya alasan untuk menyalahkan anak-anak. Mereka telah melakukan segala hal yang mungkin untuk lolos ke Liga Champions sepanjang tahun ini.”

Penyakit Lama dan Teka-teki Masa Depan

Kelemahan mental dan sikap pasif dalam bertahan kembali menjadi sorotan utama. “Kami terlalu pasif pada kedua gol Cagliari dan itu belum pernah terjadi sebelumnya. Kami lebih banyak dirundung kecemasan malam ini dan gagal membalikkan keadaan,” keluh sang allenatore.

Kekalahan ini juga semakin memperkeruh suasana di internal klub. Sebelum kick-off, gelombang protes dan tanda tanya sudah menyeruak di kalangan penggemar terkait ketidakjelasan struktur kepemimpinan klub musim depan, yang melibatkan Allegri, Direktur Olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, hingga Penasihat Khusus Zlatan Ibrahimovic.

Ditanya mengenai nasibnya di San Siro musim depan, Allegri memilih bungkam. “Saya tidak tahu tentang masa depan, saat ini pikiran saya hanya tertuju pada minimnya hasil yang kami dapatkan. Secara alami, keseluruhan tahun ini harus dievaluasi, kesalahan telah dibuat, tetapi tidak ada gunanya membicarakannya sekarang,” tutupnya.

Visited 3 times, 1 visit(s) today