Diwarnai Kerusuhan dan Aksi Boikot, Juventus Gagal ke Liga Champions

Diwarnai Kerusuhan dan Aksi Boikot, Juventus Gagal ke Liga Champions

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 25 Mei 2026 – 05:05 WIB

Dusan Vlahovic dari Juventus merayakan gol pertama timnya selama pertandingan Serie A antara Torino FC dan Juventus FC di Stadio Olimpico di Torino pada 24 Mei 2026 di Turin, Italia. (Foto: Valerio Pennicino/Getty Images)

Dusan Vlahovic dari Juventus merayakan gol pertama timnya selama pertandingan Serie A antara Torino FC dan Juventus FC di Stadio Olimpico di Torino pada 24 Mei 2026 di Turin, Italia. (Foto: Valerio Pennicino/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Laga derbi sarat gengsi Derby della Mole antara Torino melawan Juventus berakhir antiklimaks bagi kubu tamu. Bianconeri dipaksa bermain imbang 2-2 usai membuang keunggulan dua gol di Stadio Olimpico di Torino, Minggu (24/5) malam waktu setempat.

Hasil imbang ini memastikan Juventus menutup musim di peringkat keenam klasemen akhir Serie A dengan raihan 69 poin. Skuad asuhan Luciano Spalletti dipastikan gagal lolos ke Liga Champions musim depan, merelakan tiket elite tersebut jatuh ke tangan Inter Milan, Napoli, AS Roma, dan Como 1907.

Bentrokan Berdarah dan Aksi Boikot Ultras Juventus

Laga derbi ini sejatinya diawali dengan ketegangan hebat di luar lapangan. Kick-off pertandingan terpaksa ditunda selama satu jam menyusul bentrokan fisik antar-kelompok ultras dari kedua kubu pada sore harinya.

Insiden kekerasan tersebut menyebabkan satu suporter Juventus harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Merespons situasi ini, kelompok ultras Bianconeri sempat mengancam akan menginvasi lapangan jika pertandingan tetap dilanjutkan. 

Ketika pihak Lega Serie A dan otoritas keamanan memutuskan laga tetap berjalan, barisan suporter Juventus merespons dengan aksi boikot walk-out, membiarkan tribune tandang kosong melompong.

Brace Vlahovic Sempat Bawa Angin Segar

Di atas lapangan hijau, Torino sebenarnya tampil menekan sejak menit awal. Namun, efektivitas serangan berada di pihak Juventus. Kebuntuan pecah pada menit ke-24 saat Dusan Vlahovic menerima umpan matang dari Khephren Thuram. 

Striker asal Serbia itu dengan tenang mengontrol bola di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan akurat ke tiang jauh.

Memasuki babak kedua, Juventus langsung menggandakan keunggulan. Melalui skema serangan balik cepat yang diarsiteki Francisco Conceicao, bola kembali disodorkan kepada Vlahovic. 

Tanpa ragu, Vlahovic melepaskan tembakan first-time kaki kanan yang kembali merobek gawang Alberto Paleari.

Kesalahan Substitusi dan Petaka Bola Mati

Tertinggal dua gol, pelatih Torino, Roberto D’Aversa, merespons dengan sejumlah pergantian pemain yang cerdik. Sebaliknya, Luciano Spalletti justru menarik keluar para pemain kuncinya, yakni Conceicao, Vlahovic, dan Thuram. Keputusan ini terbukti menjadi bumerang bagi lini pertahanan Bianconeri.

Torino berhasil memperkecil ketertinggalan melalui skema sepak pojok. Pemain pinjaman asal Italia, Cesare Casadei, sukses memenangi duel udara dan melepaskan sundulan keras yang menghukum kelengahan pengawalan Andrea Cambiaso.

Intensitas pertandingan semakin memanas di sisa 20 menit akhir. Petaka sesungguhnya bagi Juventus datang pada pengujung laga, lagi-lagi dari situasi sepak pojok. 

Casadei kembali memenangi duel udara. Meski sundulannya kali ini mampu ditepis oleh kiper Mattia Perin, bola muntah ( rebound) dengan sigap disambar oleh penyerang internasional Skotlandia, Che Adams, untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Bek Juventus, Emil Holm, sempat mendapatkan peluang emas di menit-menit akhir lewat tembakan jarak jauh, tetapi aksi penyelamatan gemilang Paleari memastikan Derby della Mole edisi pamungkas musim ini berakhir tanpa pemenang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 1 visit(s) today