Lionel Messi absen membela Inter Miami saat menghadapi Monterrey di Leagues Cup, Sabtu (8/8/2026), setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia.
Jorge Messi wafat pada Sabtu di sebuah rumah sakit di Rosario, kota di wilayah tengah Argentina. Ia berusia 68 tahun.
Sejumlah foto memperlihatkan Lionel Messi tiba dengan pesawat di Rosario pada Sabtu malam. Laporan media Argentina menyebut ia akan menghadiri upacara pemakaman yang digelar secara tertutup.
Penghormatan di Nu Stadium
Inter Miami menggelar penghormatan sebelum laga di Nu Stadium, Miami. Hening cipta selama satu menit dilakukan menjelang kick-off, dengan nama Jorge Messi ditampilkan di layar stadion. Para pemain Miami mengenakan ban lengan hitam.
Penghormatan berlanjut dari tribun. Pada menit ke-10 — angka yang sama dengan nomor punggung Messi — para suporter menyanyikan dukungan dan membentangkan bendera untuk sang kapten. Salah satunya bertuliskan “Fuerza Leo”, yang berarti “tetap kuat, Leo”.
Momen paling menyentuh datang dari lapangan. Rodrigo De Paul, yang menjadi kapten Inter Miami pada laga itu, membuka keunggulan pada menit ke-32. Ia lantas melepas jerseynya dan memperlihatkan kaus Messi bernomor 10 di baliknya.
De Paul merupakan rekan setim Messi di klub sekaligus di Timnas Argentina.
Pesan dari Luis Suarez
Luis Suarez, sahabat lama sekaligus rekan setim Messi, absen pada laga tersebut karena menjalani sanksi larangan bermain. Ia menyampaikan dukungannya melalui Instagram.
“Sahabat, aku memelukmu dan keluargamu erat-erat,” tulis Suarez. “Ayahmu, dari atas sana, akan terus menyaksikanmu dengan bangga seperti yang selalu ia lakukan. Seluruh cintaku pada masa-masa sulit ini untuk Keluarga Messi. Beristirahatlah dengan tenang, Jorge.”
Inter Miami sebelumnya sudah menyampaikan belasungkawa. “Hati kami bersama kapten kami, Leo, dan seluruh keluarga Messi,” tulis klub.
Sosok di Balik Perjalanan ke Barcelona
Jorge Messi memainkan peran mendasar dalam karier putra ketiganya. Ia bertindak sebagai agen sekaligus mengelola urusan bisnis sang bintang.
Perannya dimulai jauh sebelum nama Messi dikenal dunia. Ia yang membawa Lionel muda ke Barcelona pada awal 2000-an untuk menjalani uji coba — momen yang kemudian membuka pintu La Masia, akademi muda klub Catalunya itu.
Masa-masa awal di Spanyol tidak mudah bagi keduanya. Dalam wawancara dengan Radio del Plata pada 2007, Messi menceritakan bagaimana mereka saling menyembunyikan kesedihan.
“Ayah saya selalu ada di samping saya,” kata Messi kala itu. “Kadang saya mengunci diri di kamar untuk menangis saat kami baru tiba di Barcelona, atau ayah saya melakukan hal yang sama tanpa saya lihat, atau mengira saya tidak melihatnya. Kami berpura-pura kami berdua baik-baik saja, padahal tidak.”
Ia melanjutkan, “Ayah saya bahkan bertanya apa yang ingin saya lakukan ketika kami sedang terpuruk, apakah saya ingin bertahan atau pulang. Saya ingin bertahan, dan dia tinggal bersama saya.”
Dari keputusan itu, Messi menjalani debut profesional pada 2005 dan kemudian meraih delapan Ballon d’Or serta membawa Argentina juara Piala Dunia 2022.
Sakit yang Menyertai Piala Dunia
Kepergian ini datang tak lama setelah periode berat yang dilalui Messi.
Ia baru saja memimpin Argentina melaju ke final Piala Dunia sambil menghadapi kondisi sakit sang ayah. Messi sempat menangis seusai mencetak gol pertama dari tiga golnya saat Argentina menghadapi Aljazair. Belakangan ia menjelaskan bahwa air matanya jatuh karena “alasan yang tidak berkaitan dengan olahraga”.
Pada laga pertama Inter Miami di Leagues Cup 2026, Rabu lalu, Messi masih tampil. Ia mencatatkan dua gol dan satu assist dalam kemenangan 4-2 atas Atletico de San Luis.










