KESDM: Stok Batu bara untuk PLTU Hanya Cukup 6 Hari, Listrik Bakal Padam Total?

KESDM: Stok Batu bara untuk PLTU Hanya Cukup 6 Hari, Listrik Bakal Padam Total?

Iwan Medium.jpeg

Senin, 9 Maret 2026 – 22:44 WIB

Kompleks PLTU Paiton di Kabupaten Probolinggo dan Situbondo, Jawa Timur. (Foto: Antara/Dok PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit Pembangkitan Paiton 1-2)

Kompleks PLTU Paiton di Kabupaten Probolinggo dan Situbondo, Jawa Timur. (Foto: Antara/Dok PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit Pembangkitan Paiton 1-2)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tak sedang Bercanda, Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui minimnya stok batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Pasokannya hanya cukup 6 hari, alias kurang dari seminggu. Gawat, bakal terjadi pemadaman listrik, nih? “Sebenarnya sudah enggak aman itu (pasokan batu bara untuk PLTU). Tapi kita bareng-bareng bersama PLN (memenuhi kebutuhan batu bara),” ungkap Tri di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (09/03/2026).

Di sisi lain, Tri menyebut, penugasan supplier batubara dari Kementerian ESDM untuk PLTU, berjalan berdasarkan permintaan PLN. “Prinsipnya, penugasan apapun itu kan PLN yang minta ke kami, bukan kami yang propose. Kami menunggu, PLN yang minta,” ungkap Tri.

Lebih lanjut, Tri bilang perubahan harga batu bara untuk Domestic Market Obligation (DMO), belum berlaku untuk tahun ini. Masih menggunakan harga lawas sebesar 70 dolar AS per ton. “Belum, belum,” tambahnya.

Sebelumnya, Chief Financial Officer (CFO) PT Paiton Energy, Bayu Anggoro Widyanto menyebut adanya peningkatan permintaan produksi listrik dari PLN, melebihi rencana sebelumnya.

Kondisi ini, memicu konsumsi batu bara meningkat signifikan. Ketika persediaan batu bara menurun cepat, memaksa perseroan melakukan penyesuaian di tingkat produksi.

Di mana, Hari Operasi Pembangkit (HOP) listrik atau ketahanan stok bahan bakar (batubara) PLTU Paiton per Jumat (6/3/2026), hanya cukup untuk 6 hari. “Per hari ini, stok batubara PLTU Paiton Energy berada pada kisaran 6 hari HOP,” kata dia.

Saat ini, kata Bayu terdapat beberapa kendala cuaca yang sempat menyebabkan keterlambatan pengiriman batu bara ke PLTU Paiton. Namun secara umum, pasokan batu bara ke PLTU masih berlangsung sesuai dengan rencana pengiriman yang telah disepakati dengan pemasok.

“Permasalahan utama yang kami hadapi saat ini adalah tingginya permintaan produksi listrik dari PLN yang jauh melebihi perencanaan operasi PLN sebelumnya,” kata dia.

Menipisnya bahan bakar batu bara di PLTU Paiton ini, jelas masalah besar. Lantaran, PLTU ini adalah penyuplai 83 persen listrik untuk Jawa Timur, dan 20-22 persen kebutuhan listrik di wilayah Jamali alias Jawa-Madura-Bali.

Jika PLTU tak bisa beroperasi karena minimnya batu bara, sudah pasti mengganggu pasokan setrum untuk daerah-daerah itu.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 8 times, 1 visit(s) today