Komdigi Siapkan Wi-Fi 7 dan Lelang 5G, GBK Jadi Proyek Percontohan

Komdigi Siapkan Wi-Fi 7 dan Lelang 5G, GBK Jadi Proyek Percontohan

Pemerintah tancap gas dalam akselerasi infrastruktur digital nasional. Indonesia siap memasuki era koneksi internet berkecepatan tinggi dengan disahkannya regulasi untuk jaringan nirkabel teranyar, Wi-Fi 6 dan Wi-Fi 7.

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menegaskan, regulasi yang mengatur alokasi pita lower band 6 GHz untuk teknologi ini sudah rampung.

“Regulasi yang mengatur mengenai Wi-Fi 6 dan 7, internet dengan kecepatan tinggi, kita sudah lakukan inisiasinya bersama Cisco,” ujar Meutya di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

GBK Jadi Saksi Bisu Kecepatan 4 Kali Lipat

Langkah strategis Komdigi tidak berhenti pada regulasi. Meutya mengungkap rencana ambisius untuk segera menguji coba teknologi ini di lapangan. Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dipilih sebagai lokasi pilot project yang akan digulirkan pada awal tahun depan.

“Rencananya akan diterapkan untuk pilot projecting di GBK di awal tahun depan. Jadi ini salah satu juga cara kita untuk melakukan percepatan di bidang infrastruktur,” jelasnya.

Teknologi baru ini, khususnya Wi-Fi 7, didukung oleh alokasi pita 6 GHz yang dikenal memiliki latensi rendah (low latency) dan kecepatan fantastis. Indonesia Technological Alliance (ITA) menyebut, Wi-Fi ini mampu menghadirkan kecepatan jaringan hingga empat kali lipat dari teknologi Wi-Fi yang tersedia saat ini.

Kehadiran Wi-Fi free license ini dinilai krusial untuk mendukung aplikasi-aplikasi kecerdasan buatan (AI application) yang menuntut koneksi super cepat.

“Dengan hadirnya Wi-Fi 6 dan Wi-Fi 7 ini berbagai macam aplikasi yang sudah diimplementasikan di global, sekarang Indonesia sudah masuk di dalam era itu,” kata Sekjen Komdigi, Ismail, beberapa waktu lalu.

Kebut Infrastruktur Murah dan 5G

Selain Wi-Fi berkecepatan tinggi, Komdigi juga tengah fokus menggenjot pembangunan jaringan melalui skema Fixed Wireless Access (FWA). Aturan terkait jaringan 1,4 GHz telah dibuat dan proses lelang frekuensi telah selesai dengan ditetapkannya MyRepublic dan Surge sebagai pemenang bulan ini.

Meutya berharap koneksi FWA ini dapat menjadi solusi internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat. “Lelangnya baru selesai, baru diumumkan, mudah-mudahan tahun depan pembangunannya mulai terasa,” harapnya.

Tak berhenti di sana, Komdigi bersiap kembali menggelar lelang frekuensi vital, kali ini untuk spektrum 2,6 GHz. Proses lelang ini rencananya akan dimulai pada akhir tahun ini. Frekuensi 2,6 GHz ini secara spesifik dialokasikan untuk mengakselerasi pembangunan dan perluasan jaringan 5G di Indonesia.

Meutya menargetkan pembangunan 5G dari hasil lelang 2,6 GHz ini dapat mulai dirasakan dampaknya pada tahun 2026 mendatang.

Menteri Komdigi menutup pernyataannya dengan optimisme. Ia menyatakan bahwa tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menjadi momentum percepatan pembangunan setelah tahun pertama difokuskan pada pematangan administrasi dan persiapan.
 

Visited 5 times, 1 visit(s) today