Bagi generasi 90-an, aksi ikonik Don Johnson memacu Ferrari Testarossa putih dalam serial Miami Vice adalah poster impian anak muda Indonesia kala itu. Kini, warisan nama sakral tersebut resmi terlahir kembali di Tanah Air dengan suntikan teknologi masa depan yang jauh lebih buas.
PT Eurokars Prima Utama (Ferrari Indonesia) secara resmi meluncurkan Ferrari 849 Testarossa ke pasar otomotif Indonesia dalam sebuah acara peluncuran eksklusif baru-baru ini di Jakarta. Supercar jenis berlinetta ini hadir menggunakan teknologi plug-in hybrid (PHEV) terbaru untuk menggantikan posisi model SF90 Stradale.
“Ferrari 849 Testarossa merupakan babak baru bagi para true Ferraristi, mobil ini dirancang untuk mereka yang menginginkan rasa berkendara yang terbaik dan performa luar biasa,” kata Manajer Penjualan Ferrari Indonesia, Jordy Kamal, di sela-sela acara peluncuran.
Ia menambahkan, model teratas dalam jajaran produk berlambang kuda jingkrak ini membawa nama besar yang berakar kuat pada warisan balap historis Ferrari.
Rekor Tenaga Kuda Terbuas dalam Sejarah Produksi
Berbeda jauh dari leluhurnya di era 90-an yang murni mekanis, Ferrari 849 Testarossa kini menggendong sistem penggerak hibrida mutakhir. Dapur pacunya mengandalkan kombinasi mesin V8 twin-turbo tengah-belakang yang telah direvisi total, berpadu dengan tiga buah motor listrik sekaligus.
Kombinasi tersebut mampu memuntahkan total tenaga maksimum hingga 1.050 horsepower (hp), alias 50 hp lebih tinggi dari model SF90 Stradale yang digantikannya. Pihak pabrikan menegaskan bahwa output daya gabungan ini menjadi rekor tertinggi yang pernah ada dalam sejarah kendaraan produksi massal Ferrari.
Secara rinci, jantung mekanis V8 twin-turbo barunya sendiri mampu menyemburkan daya 830 hp pada 7.500 rpm dan torsi maksimum 842 Nm pada 6.500 rpm. Sementara itu, pasokan daya dari tiga motor listriknya menyumbang tenaga tambahan sebesar 220 hp.
Dengan modal performa sebuas itu, 849 Testarossa diklaim mampu melesat dari posisi diam 0 hingga 100 km per jam hanya dalam waktu kurang dari 2,3 detik. Tak hanya itu, akselerasi dari 0 hingga 200 km per jam tuntas dalam 6,35 detik, dengan kecepatan puncak menembus lebih dari 330 km per jam.
Adopsi Teknologi Jet Darat F1 dan Mode Senyap Listrik
Ketangguhan mobil ini di lintasan aspal didukung oleh sistem penggerak empat roda sesuai permintaan (all-wheel drive on demand) lengkap dengan pembagian torsi (torque vectoring). Sistem penggerak canggih ini mengandalkan dua motor listrik di gandar depan dan satu motor listrik MGU-K di gandar belakang, yang dirancang langsung berdasarkan pengalaman tim Scuderia Ferrari di ajang balap Formula 1.
Ferrari juga memperkenalkan mesin turbo baru yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah mobil produksi mereka.
Sebagai kendaraan hibrida, 849 Testarossa menawarkan empat mode berkendara yang fleksibel, yakni eDrive, Hybrid, Performance, dan Qualify. Menariknya, jika pengemudi memindahkan sistem ke mode eDrive (listrik penuh), mobil sport yang aslinya gahar ini seketika akan berubah karakter menjadi sangat senyap layaknya mobil listrik murni.
Berbekal baterai lithium-ion berkapasitas 7,45 kWh, mobil ini mampu menjelajah hingga sejauh 25 kilometer tanpa setetes pun bahan bakar minyak. “Mode full electric juga tetap dipertahankan sepanjang 25 km untuk memberikan fleksibilitas melewati berbagai jalan dalam mode senyap,” jelas Jordy.
Aerodinamika Ekstrem dan Suara Gahar khas Maranello
Performa tinggi dari 849 Testarossa juga diimbangi dengan evolusi aerodinamika radikal yang diadaptasi dari dunia balap. Berkat pemasangan spoiler aktif baru, mobil ini mampu menghasilkan downforce hingga 415 kg pada kecepatan 250 km per jam, naik 25 kg dibanding SF90 Stradale. Desain futuristik ini sekaligus mendongkrak efisiensi sistem pendinginan pada penggerak dan rem sebesar 15 persen.
Urusan pengendalian pun dirancang sangat presisi lewat paket teknologi kontrol elektronik paling mutakhir. Ferrari menyematkan sistem pengereman elektronik brake-by-wire generasi terbaru, ABS Evo Ferrari, sistem estimator FIVE, serta revisi pada pengaturan pegas dan peredam guna mendongkrak karakter berkendara di batas cengkeraman maksimal tanpa menambah bobot kendaraan.
Diet ketat pada sejumlah komponen juga membuat model ini memiliki rasio daya terhadap berat terbaik di kelasnya. Tidak ketinggalan, fitur bantuan pengemudi pintar (ADAS) seperti adaptive cruise control, pengereman darurat otomatis, blind spot monitor, lane keeping assist, hingga pemantau kelelahan pengemudi turut dibenamkan untuk menjamin keamanan di jalan raya.
Bagi para pencinta kecepatan, karakter suara atau raungan mesin V8 turbo baru ini telah dioptimalkan agar menghasilkan ciri akustik khas pabrikan Maranello yang lebih agresif. Level suara ditingkatkan di seluruh rentang putaran mesin, terutama pada putaran rendah dan menengah.
Ketika jarum indikator bergerak cepat mendekati batas putaran mesin 8.300 rpm, perpaduan suara, akselerasi, dan getaran akan menyajikan sensasi berkendara yang sangat intens. Karakter gahar ini makin dipertegas dengan strategi perpindahan gigi baru yang diadopsi dari SF90 XX Stradale, yang menyelaraskan kerja mesin dan transmisi secara mekanis saat akselerasi cepat.














