Korban Jiwa Bentrok Dua Desa di Adonara NTT Bertambah Jadi Dua Orang

Korban Jiwa Bentrok Dua Desa di Adonara NTT Bertambah Jadi Dua Orang

Ajat Medium.jpeg

Sabtu, 18 Juli 2026 – 17:44 WIB

Konflik antarwarga memicu pembakaran rumah di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT pada 21 Oktober 2024. (MI/ Alexander P Taum)

Konflik antarwarga memicu pembakaran rumah di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT pada 21 Oktober 2024. (MI/ Alexander P Taum)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Konflik antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026). Jumlah korban meninggal dunia dalam bentrokan tersebut bertambah menjadi dua orang.

Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Boli Uran mengatakan kedua korban berasal dari masing-masing desa yang bertikai. Saat ini, pemerintah daerah bersama aparat keamanan masih berupaya melakukan mediasi di lokasi untuk meredakan situasi.

“Saya di lokasi. Lagi nego (mediasi) antar mayat dari Lewonara (Desa Narasaosina) yang dibunuh. Mayat dari Bele (Desa Waiburak) siap dikubur,” kata Ignasius, Sabtu (18/7/2026).

Selain korban meninggal, dua warga Desa Waiburak mengalami luka akibat senjata tajam. Keduanya sempat mendapat penanganan di Puskesmas Ile Boleng sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengatakan satu korban dirujuk ke RSUD Lewoleba dan satu korban lainnya ke RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka karena memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Satu pasien dirujuk ke RSUD Lewoleba dan satu pasien lagi dirujuk ke RSUD Larantuka,” ujar Stefanus.

Bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak dipicu sengketa lahan ulayat yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Perselisihan tersebut beberapa kali memicu aksi kekerasan meski telah dilakukan upaya mediasi oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur.

Konflik serupa juga terjadi pada 9 Mei 2026. Saat itu, bentrokan mengakibatkan belasan rumah terbakar dan tujuh warga mengalami luka tembak hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Hingga Sabtu siang, aparat keamanan masih bersiaga di lokasi untuk mencegah bentrokan susulan, sementara pemerintah daerah terus melakukan pendekatan kepada kedua kelompok warga guna meredakan ketegangan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today