Lamine Yamal ‘Mati Kutu’, Untung Spanyol Punya Senjata Rahasia Cadangan

Lamine Yamal ‘Mati Kutu’, Untung Spanyol Punya Senjata Rahasia Cadangan

Spanyol selangkah lebih dekat untuk mengukir sejarah sebagai satu dari sedikit negara yang mampu mengawinkan gelar Piala Eropa dan Piala Dunia secara bersamaan. 

Tiket perempat final Piala Dunia 2026 berhasil disegel oleh La Furia Roja usai menumbangkan Portugal dengan skor 1-0 lewat gol telat pemain pengganti, Mikel Merino, pada laga babak 16 besar, Senin (6/7) waktu setempat.

​Kemenangan ini membuat Spanyol (yang baru saja menjuarai Euro 2024) menjaga asa untuk menyamai rekor langka yang sejauh ini hanya pernah dicapai oleh Jerman (1972, 1974), Prancis (1998, 2000), dan Spanyol sendiri pada era keemasan mereka (2010, 2012). 

Di perempat final, Spanyol akan menantang pemenang antara Amerika Serikat atau Belgia.

​Meski mempertemukan dua tim dengan kualitas teknis elite, derbi Semenanjung Iberia ini berjalan sangat taktis di mana kedua tim saling menetralkan kekuatan satu sama lain. 

Di balik ketatnya pertandingan, ada empat catatan penting yang tersisa, termasuk potensi akhir dari perjalanan karier internasional sang legenda, Cristiano Ronaldo.

​Akhir Era Cristiano Ronaldo di Piala Dunia

​Pensiun dari panggung internasional kini seolah memanggil pemain terhebat dalam sejarah sepak bola Eropa tersebut. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, Ronaldo tampak sangat emosional.

​Pada gelaran Piala Dunia 2030 mendatang—di mana Portugal akan menjadi salah satu tuan rumah bersama—Ronaldo akan berusia 45 tahun. Bahkan untuk seorang atlet dengan fisik prima sepertinya, usia tersebut rasanya sudah terlalu jauh untuk bersaing di level tertinggi.

Ronaldo (Foto: FIFA)

​Pemenang lima Ballon d’Or ini sebelumnya pernah mengisyaratkan pada tahun 2025 bahwa ia akan gantung sepatu paling lambat tahun 2027, bertepatan dengan berakhirnya kontraknya bersama klub Arab Saudi, Al Nassr. Pekan lalu, sang kakak, Katia Aveiro, juga secara terbuka menyebut Piala Dunia 2026 ini sebagai “last dance” atau tarian terakhir Ronaldo dalam balutan jersei Portugal.

​Terlepas dari kegagalannya meraih trofi Piala Dunia, Ronaldo telah memberikan segalanya bagi negaranya. Sebelum era CR7, Portugal tidak pernah memenangi satu pun trofi mayor, namun kini mereka memiliki tiga gelar. Ronaldo juga akan pergi dengan memegang rekor dunia sebagai pencetak gol dan penampil terbanyak di sepak bola internasional pria.

​’Kartu Mati’ Lamine Yamal dan Munculnya Pahlawan Tak Terduga

​Keajaiban wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, memang masih terjaga—ia belum pernah merasakan kekalahan saat diturunkan sebagai starter untuk timnas Spanyol. Namun, kemenangan kali ini bukanlah panggung utamanya.

​Meski tampil mengancam dan mencatatkan sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan (7 kali) serta dua tembakan tepat sasaran, pergerakan Yamal sukses dimatikan oleh lini pertahanan kiri Portugal. 

Yamal

Bek PSG, Nuno Mendes, tampil disiplin mengawal pergerakan sang remaja sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-52 karena cedera saat melakukan tekel krusial. Nelson Semedo yang masuk sebagai pengganti juga sukses melanjutkan tugas mematikan pergerakan Yamal.

​Pahlawan sesungguhnya justru datang dari bangku cadangan. Mikel Merino, yang bukan merupakan starter reguler baik di klubnya Arsenal maupun di timnas Spanyol, masuk karena pelatih Luis de la Fuente sangat membutuhkan gol pemecah kebuntuan.

​Hanya lima menit setelah menginjakkan kaki di lapangan, Merino membuktikan kualitasnya lewat pergerakan cerdas dan ketenangan luar biasa untuk mengonversi peluang menjadi gol kemenangan. Pemain yang sukses mencetak enam gol di babak kualifikasi ini membuktikan bahwa dirinya adalah senjata rahasia Spanyol yang mematikan di saat-saat kritis.

​Sinar Terang Diogo Costa, Waktunya Pindah Klub?

​Satu-satunya pemain Portugal yang pantas pulang dengan kepala tegak tanpa sedikit pun rasa bersalah adalah sang penjaga gawang, Diogo Costa.

​Tampil luar biasa sejak Euro 2024, kiper berusia 26 tahun ini kembali menunjukkan kelasnya di turnamen ini, termasuk melakukan penyelamatan ganda (double save) brilian di babak pertama melawan Spanyol.

​Konsistensi dan ketangguhannya di bawah mistar gawang memunculkan pertanyaan besar: mengapa belum ada klub raksasa Eropa yang serius merekrutnya dari FC Porto? Sempat dikaitkan dengan Manchester United pada 2023 dan dirumorkan diminati Chelsea, Costa tampaknya sudah sangat pantas untuk menapaki karier di level klub yang lebih tinggi, usai menghabiskan lima musim sebagai kiper utama di Porto

Visited 3 times, 3 visit(s) today