Tim Nasional Inggris sukses melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai memetik kemenangan comeback 2-1 atas Republik Demokratik Kongo berkat dwigol penyelamat Harry Kane. Namun, euforia tersebut harus segera ditekan.
Pelatih Three Lions, Thomas Tuchel, secara blak-blakan menyebut timnya dihadapkan pada situasi adaptasi fisik yang “mustahil” jelang bentrokan melawan sang tuan rumah, Meksiko.
Inggris dijadwalkan menantang Meksiko pada hari Minggu mendatang di Stadion Azteca, Mexico City. Stadion legendaris ini tak hanya angker karena fanatisme suporter tuan rumah, tetapi juga karena letak geografisnya yang berada di ketinggian ekstrem sekitar 2.240 meter (7.220 kaki) di atas permukaan laut.
Sebagai perbandingan, Inggris selama ini bermarkas di Kansas City dan harus terus menempuh perjalanan udara untuk setiap laganya. Rombongan tim asuhan Tuchel baru dijadwalkan terbang ke Mexico City pada Jumat (3/7) sore waktu setempat.
Waktu Terlalu Mepet untuk Aklimatisasi Oksigen
Berbicara usai kemenangan di Atlanta, Tuchel menyoroti besarnya kerugian fisik yang harus ditanggung anak asuhnya.
“Saya baru saja keluar dari pertandingan ini, dan mencoba menikmatinya, tetapi ini mungkin adalah salah satu pertandingan yang paling indah sekaligus paling menantang yang bisa Anda dapatkan,” ujar Tuchel.
“Anda bermain melawan Meksiko di Azteca, dan akan ada sangat banyak rintangan yang menanti kami. Belum lagi masalah ketinggian tentu saja akan menjadi kerugian besar, karena kami tidak bisa beradaptasi secara fisik hanya dalam empat hari. Itu sungguh mustahil, dan rintangan lain mungkin akan datang.”
Meski mengakui besarnya tekanan tersebut, pelatih berusia 52 tahun itu menolak menyerah sebelum bertanding.
“Tetapi kami siap untuk itu, kami mungkin membutuhkan (tekanan) ini. Kami memiliki landasan yang ideal sekarang untuk benar-benar percaya bahwa kami siap… dan ketika keadaan menjadi sulit, kami akan menemukan jawabannya,” tegasnya.
Waspadai Teror Kembang Api dan Kebisingan
Selain tipisnya kadar oksigen di lapangan, Tuchel juga sangat waspada terhadap potensi gangguan non-teknis dari luar lapangan. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan; Timnas Ekuador sebelumnya sempat melayangkan protes resmi ke FIFA karena hotel mereka diteror dengan kembang api sepanjang malam sebelum akhirnya kalah 0-2 dari Meksiko.
“Saya tidak yakin apakah perjalanan akan lancar, apakah tidur kami akan nyenyak, apakah ada kebisingan di luar hotel,” tambah mantan pelatih Bayern Munchen tersebut. “Oke, hadapi saja. Akan ada banyak kendala tetapi tim ini akan siap apa pun yang terjadi.”
Suhu Panas Bukan Masalah Berkat TC di Florida
Di sisi lain, Tuchel cukup lega karena timnya sudah terbiasa dengan cuaca panas dan kelembapan ekstrem. Inggris telah menggelar pemusatan latihan (training camp/TC) pramusim di Florida sejak awal kedatangan mereka di Amerika Serikat, khusus untuk membangun ketahanan tubuh terhadap suhu tinggi.
“Kami datang lebih awal ke AS, dan menyerap latihan cuaca panas yang baik ke dalam tubuh kami. Panas dan kelembapan tidak akan menjadi masalah bagi kami. Kami terbiasa dengan itu,” jelasnya.
“Namun pemahaman saya adalah bahwa kita tidak dapat beradaptasi dengan ketinggian. Itu adalah keuntungan besar yang dimiliki Meksiko. Prosesnya memakan waktu terlalu lama. Secara fisik tidak mungkin beradaptasi dengan ketinggian seperti itu hanya dalam waktu tiga hari. Ini murni sebuah kerugian yang harus kami hadapi,” pungkas Tuchel.
Pemenang dari laga hidup mati antara Inggris dan Meksiko ini nantinya akan melaju ke babak perempat final, berhadapan dengan pemenang antara Brasil atau Norwegia.










