Liem Swie King Bongkar Masalah Fisik Atlet Bulu Tangkis RI: Kurang Keras, Jadi Cepat Lelah

Liem Swie King Bongkar Masalah Fisik Atlet Bulu Tangkis RI: Kurang Keras, Jadi Cepat Lelah

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 21 September 2025 – 17:33 WIB

Liem Swie King kritik latihan atlet bulu tangkis yang kurang keras (Foto: PB Djarum)

Liem Swie King kritik latihan atlet bulu tangkis yang kurang keras (Foto: PB Djarum)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Legenda bulu tangkis Indonesia Liem Swie King mengungkapkan keprihatinannya terhadap pola latihan atlet bulu tangkis nasional saat ini yang dinilainya tidak sekeras generasi 1970–1980-an. Menurutnya, hal ini berdampak langsung pada daya tahan fisik para pemain saat tampil di level dunia.

“Latihannya kurang keras ya. Sekarang kalau rubber set, pemain Djarum atau nasional kita banyak yang habis (fisiknya). Itu artinya latihannya nggak sekeras dulu,” ujar King di GOR Djarum Kudus, Minggu (1/9/2025)Dikutip dari Antara.

“Dulu Saya Lari 25 Kilometer Seminggu Sekali”

Peraih tiga gelar All England itu mengenang rutinitas latihan berat yang ia jalani di masa muda, termasuk lari jarak jauh dan uji daya tahan di lapangan.

“Dulu saya seminggu sekali itu lari 25 kilo kok. Terus dites 12 menit itu bisa delapan setengah putaran stadion. Sekarang saya rasa nggak ada yang bisa segitu,” katanya.

Ia juga menyentil mental disiplin dan motivasi pemain muda yang dinilai masih kurang. Menurutnya, ada kebiasaan tidak sehat di mana pemain mengurangi porsi latihan secara diam-diam.

“Banyak pemain sekarang dikasih program sekian kilo, ada yang nyuri-nyuri. Ya jangan begitu. Latihan itu buat diri sendiri. Jangan takut capek, jangan takut menyerah,” tegasnya.

Skill Meningkat, Prestasi Mandek

Liem Swie King mengakui bahwa secara teknik, pemain-pemain muda Indonesia saat ini jauh lebih mumpuni dibanding generasinya dahulu. Namun ia heran mengapa prestasi di level senior justru tidak menonjol.

“Pemain umur 15-an sekarang itu gila, kok bisa sebagus ini. Saya dulu waktu remaja nggak sebagus itu. Tapi kenapa pas dewasa nggak ada yang muncul jadi juara dunia? Itu pertanyaan saya,” ungkapnya.

Mulai Latihan Keras Sejak Dini?

King juga menanggapi perdebatan di kalangan pelatih soal intensitas latihan sejak usia dini. Ia berpandangan bahwa latihan keras di level U-13 atau U-15 justru bermanfaat jika dilakukan dengan benar.

“Kalau menurut saya, hasilnya akan lebih baik kalau mereka start lebih dini. Kalau latihannya keras, disiplin tinggi, dengan bakat yang mereka punya sekarang, mestinya bisa jadi juara dunia,” pungkasnya.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today