Malam Ini! Puncak Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit, Begini Cara Melihatnya

Malam Ini! Puncak Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit, Begini Cara Melihatnya

Alam semesta kembali menyuguhkan pertunjukan kembang api kosmik yang menakjubkan. Fenomena hujan meteor Lyrid yang telah aktif sejak 14 April lalu, diprediksi akan mencapai puncak keindahannya pada malam ini, Rabu (22/4).

Menurut laporan dari The New York Times, tahun ini para pengamat langit melaporkan jumlah kemunculan fireball (bola api meteor yang sangat terang) dua kali lipat lebih banyak dari yang biasa terlihat pada periode ini setiap tahunnya.

Meteor Bersejarah Berusia 3.000 Tahun

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebutkan bahwa Lyrid adalah salah satu hujan meteor tertua yang diketahui manusia. Fenomena astronomi ini telah disaksikan dan dinikmati oleh para pengamat bintang selama hampir 3.000 tahun.

Kilatan cahaya cepat yang menghiasi langit malam ini sebenarnya adalah puing-puing berdebu yang ditinggalkan oleh komet bernama Thatcher. Saat Bumi melintasi sisa-sisa ekor komet tersebut, puing-puing seukuran butiran pasir itu terbakar di atmosfer kita dan menciptakan jejak cahaya yang memukau.

Hujan meteor ini tampak seolah-olah memancar dari rasi bintang Lyra, yang posisinya berada di langit bagian timur.

Di Jakarta, meteor ini akan mulai terlihat pada malam ini sekitar pukul 23.00 hingga saat terbit Matahari keesokan harinya.

Cara Terbaik Menyaksikan Lyrid

Untuk menikmati fenomena ini, Anda tidak memerlukan peralatan canggih. Michelle Nichols, Direktur Observasi Publik di Adler Planetarium, justru menyarankan agar warga tidak menggunakan teleskop atau teropong.

“Anda hanya butuh mata telanjang dan, idealnya, langit yang gelap,” ujar Nichols.

Teleskop atau teropong justru akan membatasi bidang pandang Anda, padahal meteor bisa melesat di berbagai sudut langit yang luas. Beberapa hujan meteor bahkan mampu menghasilkan hingga 100 kilatan cahaya per jam saat puncaknya.

Berikut adalah beberapa tips ideal untuk berburu meteor Lyrid malam ini:

Cari Lokasi Gelap: Jauhi pusat kota. Polusi cahaya dari lampu jalanan atau gedung dapat menutupi kilatan meteor yang redup.

Waktu Pengamatan: Waktu terbaik adalah antara tengah malam hingga fajar menyingsing, di saat langit sedang gelap maksimal.

Adaptasi Mata: Berikan waktu sekitar 30 menit bagi mata Anda untuk beradaptasi dengan kegelapan agar lebih sensitif menangkap cahaya meteor.

Kondisi Langit: Pastikan cuaca di lokasi Anda sedang cerah tanpa awan tebal. Fase bulan saat ini yang berbentuk sabit tipis (sekitar 27 persen bersinar) cukup menguntungkan karena tidak akan terlalu menyilaukan langit malam.

Siapkan jaket tebal atau minuman hangat, berbaringlah menatap langit terbuka, dan nikmati pertunjukan alam ini!

Visited 6 times, 1 visit(s) today