ilustrasi. (Foto: istock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tingkat kekambuhan kanker ovarium stadium lanjut yang tinggi kini dapat ditekan melalui standar pengobatan baru yang disebut maintenance therapy (terapi pemeliharaan). Terapi inovatif ini terbukti secara klinis mampu memperpanjang masa bebas penyakit (remisi) secara signifikan bagi pasien setelah mereka menyelesaikan pengobatan awal.
Dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG (K) Onk, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Onkologi, menjelaskan bahwa tantangan utama kanker ovarium adalah gejala awal yang tidak spesifik. Hal ini menyebabkan mayoritas pasien baru terdiagnosis pada stadium lanjut.
“Risiko kekambuhan setelah kemoterapi awal pun sangat tinggi. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran pasien terhadap proses pengobatan lanjutan seperti ini sangatlah penting,” ujarnya dalam acara edukasi “Mengenal Kanker Ovarium dan Terapi Inovatifnya”, Jumat (3/10).
Terapi pemeliharaan direkomendasikan oleh panduan internasional dan diberikan setelah pasien merespons kemoterapi awal. Efektivitasnya sangat tinggi pada pasien dengan penanda biologis (biomarker) spesifik, yaitu HRD-positif (Homologous Recombination Deficiency) atau yang memiliki mutasi gen BRCA. Sekitar 50% pasien kanker ovarium lanjut diketahui memiliki status HRD-positif.
Data klinis dari studi PAOLA-1 menunjukkan, pasien HRD-positif yang menjalani maintenance therapy dengan Olaparib dan Bevacizumab memiliki masa bebas penyakit hingga 37 bulan, hampir dua kali lebih lama dibanding terapi standar. Sementara itu, studi SOLO-1 membuktikan risiko kekambuhan atau progresi penyakit turun hingga 70% pada pasien dengan mutasi BRCA.
Medical Director AstraZeneca Indonesia, dr. Feddy, menekankan pentingnya akses terhadap pemeriksaan HRD dan terapi ini di Indonesia. Dukungan juga datang dari komunitas Cancer Information and Support Center (CISC) yang aktif mengedukasi pasien.
“Pasien tidak hanya membutuhkan akses terapi, tetapi juga dukungan emosional dan informasi yang akurat,” ujar Aryanthi Baramuli Putri, Ketua Umum CISC. Sinergi antara tenaga medis, komunitas, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker ovarium di tanah air.














