Menko AHY Dorong Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat Dibangun Terintegrasi

Menko AHY Dorong Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat Dibangun Terintegrasi

Anton Medium.jpeg

Selasa, 10 Februari 2026 – 22:43 WIB

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Gubernur Sumsel, Herman Deru memimpin rakor percepatan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat di Griya Agung, Palembang, Selasa (10/2/2026). (Dok. Kemenko Bidang IPK)

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Gubernur Sumsel, Herman Deru memimpin rakor percepatan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat di Griya Agung, Palembang, Selasa (10/2/2026). (Dok. Kemenko Bidang IPK)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat untuk memperkuat kapasitas perdagangan dan konektivitas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi simpul logistik strategis yang mampu menopang ekspor daerah sekaligus menekan biaya logistik. Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Pemprov Sumsel di Griya Agung, Palembang, Selasa (10/2/2026).

Pada kesempatan itu, Menko AHY menyoroti kebutuhan pelabuhan berkapasitas besar untuk menjawab meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi komoditas unggulan daerah.

“Tadi Pak Gubernur menyampaikan kebutuhan menghadirkan pelabuhan internasional dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan Pelabuhan Boom Baru saat ini. Harapannya, Pelabuhan Tanjung Carat bisa menjadi ‘New Palembang’ berkelas dunia, meningkatkan kapasitas perdagangan, menurunkan biaya logistik, memperkuat ekspor, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan,” ujar Menko AHY.

Ketua Umum Partai Demokrat ini juga menekankan penguatan konektivitas sebagai kunci memantapkan posisi Sumsel sebagai simpul logistik kawasan. Konektivitas yang terintegrasi diharapkan mampu menghubungkan kawasan produksi di wilayah tengah dan selatan Sumatera dengan pusat distribusi, kawasan industri, serta pelabuhan utama.

“Sumatera Selatan berpotensi menjadi hub logistik. Konektivitas strategis ini diharapkan menghubungkan kawasan produksi dengan pusat distribusi dan pelabuhan utama. Tanjung Carat diharapkan menjadi center of gravity baru,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru menegaskan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab peningkatan arus produksi dan distribusi komoditas unggulan daerah.

Dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, dan industri pengolahan, Sumsel membutuhkan pelabuhan berkapasitas besar guna memperkuat kemandirian ekspor serta meningkatkan efisiensi logistik.

Ia menilai keberadaan pelabuhan tersebut akan memperkuat posisi Sumsel sebagai hub perdagangan di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan. Namun demikian, optimalisasi Pelabuhan Tanjung Carat perlu diiringi penguatan akses menuju kawasan dermaga.

Saat ini, akses utama melalui Jalan Tanjung Api-Api sepanjang kurang lebih 60 kilometer masih dalam kondisi rusak berat. Selain itu, dibutuhkan sekitar 9 kilometer jalan tambahan menuju dermaga utama, di mana sekitar 1 kilometer telah terbangun dan sisanya perlu diselesaikan agar konektivitas logistik dapat berjalan optimal.

“Tanjung Carat adalah obsesi yang sudah lama kami harapkan dapat terwujud. Menuju dermaga ini, kami membutuhkan dukungan infrastruktur jalan agar konektivitas benar-benar kuat. Pelabuhan ini nantinya bukan hanya menjadi simpul logistik, melainkan juga gerbang mobilitas masyarakat dan pengungkit pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan,” ujar Herman.

Usai rapat koordinasi, Menko AHY kembali menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pelabuhan untuk menopang ekspor daerah. Menurutnya, selama ini sebagian komoditas unggulan Sumsel masih bergantung pada pelabuhan di provinsi lain.

“Rencana pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk menopang sektor ekspor. Komoditas Sumatra Selatan luar biasa, dan selama ini masih harus melalui wilayah lain. Harapannya, Sumatera Selatan memiliki kemandirian dan kemampuan untuk mengekspor secara lebih masif,” lanjut AHY di hadapan awak media.

Untuk memastikan keberlanjutan proyek, Menko AHY menegaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan APBN dan APBD, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan badan usaha dan investasi. Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta partisipasi investasi dinilai penting agar pembangunan pelabuhan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak optimal bagi masyarakat.

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perdagangan, menekan biaya logistik, serta memperkuat posisi Sumatra Selatan sebagai simpul distribusi dan perdagangan yang semakin berdaya saing.

“Kita mengembangkan skema KPBU atau public private partnership. Investasi juga perlu kita dorong. Yang terpenting, perencanaan harus menyeluruh dan komprehensif, termasuk kejelasan pembiayaan, agar proyek infrastruktur benar-benar berdampak,” pungkas AHY.

Visited 7 times, 1 visit(s) today