Menteri Bahlil Kepincut Borong Minyak dari Rusia, Begini Respons Pertamina

Menteri Bahlil Kepincut Borong Minyak dari Rusia, Begini Respons Pertamina

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 14 April 2026 – 20:49 WIB

Dokumentasi - Kilang Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai di Dumai, Riau. (Foto: ANTARA/Aswaddy Hamid)

Dokumentasi – Kilang Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai di Dumai, Riau. (Foto: ANTARA/Aswaddy Hamid)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah Indonesia menyatakan minat untuk belanja minyak mentah asal Rusia untuk diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Apakah minyak Rusia cocok dengan kilang milik PT Pertamina (Persero)?

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga (PPN), Roberth MV Dumatubun, memastikan bahwa kilang yang dimiliki Pertamina mampu mengolah minyak mentah atau crude dari Rusia.

“Untuk crude dari Rusia, Refinery Unit/kilang yang dimiliki Pertamina mampu dan dapat mengolahnya untuk menjadi produk olahan dari crude tersebut,” ujar Roberth, dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Pernyataan tersebut terkait rencana pemerintah memborong minyak mentah (crude oil) dari Rusia. Roberth menyampaikan, Pertamina tentunya mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah terkait perdagangan minyak mentah, termasuk mengimpor dari Rusia.

“Pertamina tentunya akan mendukung dan turut berperan dalam penyediaan energi di dalam negeri dan pendistribusiannya mulai dari pengolahan hingga menjadi produk,” kata Roberth.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang masuk rombongan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Rusia, menjajaki peluang pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia.

Ia pun melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Rusia, Selasa (14/4). Berdasarkan keterangan resmi, kerja sama antara Indonesia dengan Rusia mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, serta peningkatan pemanfaatan teknologi energi.

“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik, di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude (minyak mentah) untuk kita tambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” ujar Menteri Bahlil.

Gejolak pasar energi global yang masih mengalami tekanan turut memberi dampak pada stabilitas pasokan energi di banyak negara, termasuk Indonesia. Untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional, pemerintah terus mencari langkah-langkah strategis, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu negara produsen energi dunia.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 11 times, 1 visit(s) today