Mobil sport bertenaga listrik Denza Z tertangkap kamera sedang diuji secara intensif di sirkuit legendaris Nurburgring, Jerman. (Foto: Drive)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Merek mewah ambisius dari BYD, Denza, mengirimkan sinyal bahaya ke pabrikan supercar Eropa. Mobil sport listrik berperforma tinggi mereka, Denza Z, baru-baru ini tertangkap kamera sedang diuji secara intensif di sirkuit legendaris Nurburgring, Jerman. Aksi geber di sirkuit neraka ini menunjukkan satu hal: Denza tidak main-main dalam urusan performa.
Sebagaimana diwartakan Drive, Minggu (26/10/2025), Denza Z, yang pertama kali diperkenalkan sebagai mobil konsep pada April 2025, kini memasuki fase pengujian serius. Pengujian di Nurburgring –sebuah tolok ukur global untuk performa dan handling mobil sport canggih– menegaskan bahwa Denza Z tidak hanya mengandalkan desain memukau, tetapi betul-betul berusaha menghadirkan performa track-ready yang mumpuni.
Klaim Tenaga: Lebih Ganas dari Z9 GT?
BYD hingga kini masih irit bicara soal detail spesifikasi Denza Z sejak memamerkannya di ajang Auto Shanghai 2025. Namun, saat itu pabrikan China tersebut sempat sesumbar. Perusahaan mengklaim Denza Z akan menjadi model terkuat dalam jajaran kendaraan BYD, termasuk di bawah merek Denza.
Jika klaim ini benar, Denza Z berpotensi melampaui saudara kandungnya, Denza Z9 GT, yang memiliki tiga motor listrik dan mampu menghasilkan tenaga puncak 710 kW (setara 952 horsepower).
Meski begitu, klaim ini tidak mencakup merek ultra-mewah BYD, Yangwang. Sebagai pembanding, model Yangwang U9 versi standar sudah mampu menyemburkan tenaga 960 kW, bahkan Yangwang U9 Xtreme dilaporkan bisa mencapai 2.220 kW.
Oleh karena itu, rumor menyebut Denza Z diperkirakan mengadopsi sebagian teknologi rekayasa yang revolusioner dari Yangwang U9 demi mencapai performa monster.
Teknologi Canggih: Steer-by-Wire dan Suspensi DiSus-M
Untuk menopang performa buasnya, Denza Z dipersenjatai dengan teknologi paling mutakhir. Salah satu yang paling menarik adalah adopsi sistem steer-by-wire.
Ini adalah teknologi kemudi tanpa sambungan mekanis, memungkinkan setir dilipat ketika tidak digunakan, sekaligus menjanjikan respons kemudi yang super cepat.
Selain itu, Denza Z akan dilengkapi dengan suspensi revolusioner DiSus-M. Sistem kontrol magnetorheological buatan BYD ini dirancang khusus untuk mobil listrik berorientasi performa.
Teknologi suspensi DiSus berbasis udara dan hidrolik sebetulnya sudah digunakan pada beberapa model BYD, namun DiSus-M menjanjikan kontrol roda individual yang lebih presisi dan kemampuan memindai jalan secara real-time.
Desain Agresif Mirip Supercar Eropa
Dari sisi tampilan, Denza Z berani memadukan elemen desain dari supercar Eropa. Bagian depannya memadukan lampu bergaya Lamborghini, sementara bodi halusnya mengingatkan pada siluet elegan McLaren 750S atau GT.
Unit uji coba di Nurburgring tampak identik dengan versi konsep, lengkap dengan splitter depan berukuran besar, intake udara yang lebar, dan sayap belakang menonjol yang ditopang oleh dudukan statis –semua elemen aerodinamika yang dibutuhkan untuk kecepatan tinggi.
Menariknya, meskipun mobil uji dipasangi rem karbon-keramik besar dengan kaliper enam piston, ia menggunakan ban Giti GitiSport GTR, bukan ban performa kelas atas dari merek seperti Michelin atau Pirelli. Hal ini memunculkan spekulasi terkait strategi Denza dalam menyeimbangkan antara performa dan biaya produksi.
Produksi Denza Z dijadwalkan dimulai pada tahun 2026. Namun, hingga kini masih menjadi misteri apakah mobil sport listrik ini akan tersedia dalam versi setir kanan atau seberapa luas jangkauan pasar global yang akan disasar oleh BYD.












