Sirkuit Mandalika akan gelar ajang motor balap MotoGp 13-15 Oktober 2023. (Foto:MotoGP).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
MotoGP Mandalika, Lombok tinggal dua minggu lagi, namun okupansi hotel di Nusa Tenggara Barat (NTB), masih belum memuaskan.
Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencatat Okupansi hotel sampai sekarang masih rata-rata di bawah 30 persen untuk periode MotoGP sehingga dinilai belum ada pergerakan.
“Kami berharap minggu depan okupansi hotel bisa bergerak signifikan,” kata Sekretaris AHM Rega Fajar Firdaus di Mataram, Selasa (23/9).
Tingkat pemesanan kamar hotel di Kota Mataram saat ini masih jauh dari harapan. Berdasarkan data, hingga pertengahan September tingkat okupansi hotel berada di kisaran 20-30 persen.
Rendahnya tingkat okupansi ini diklaim karena antusias penonton yang kurang, dengan kondisi saat ini dinilai lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya.”Antusias penonton tahun ini sepertinya agak kurang,” katanya.
Apalagi, tren minat terhadap MotoGP yang terus mengalami penurunan menjadi tantangan tersendiri sehingga dinilai perlu kerja sama erat antara pemerintah provinsi, kota, dan para pelaku pariwisata untuk kembali menggairahkan atmosfer MotoGP di Lombok.”Meski demikian, dalam MotoGP 2025 kami targetkan okupansi bisa tembus 70 persen,” katanya.
Sementara menurut manajemen Hart Hotel, Ratna mengatakan dari 40 kamar yang disiapkan, baru 12 kamar yang dipesan tamu MotoGP melalui online.”Biasanya tahun-tahun sebelumnya jelang MotoGP pemesanan kamar sudah penuh. Tapi semoga minggu depan 40 kamar yang kami siapkan bisa penuh,” katanya.
Pelaksanaan MotoGP Indonesia yang akan berlangsung 3-5 Oktober 2025 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.
Menjelang event MotoGP, akunya, harga kamar mulai terjadi peningkatan meski okupansi masih rendah namun kenaikan tersebut masih dalam batas wajar sesuai kebijakan yang memperbolehkan sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Untuk hotel di Mataram dan Senggigi disebutkan masuk pada ring II, sehingga dibolehkan menaikkan tarif hingga dua kali lipat dari harga publish.”Harapan kami, standar kenaikan harga oleh pemerintah itu bisa dipedomani guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.














