Dalam upaya menghadirkan dimensi baru dalam pengalaman perjalanan udara yang lebih personal dan bermakna, Garuda Indonesia membuat langkah inovatif. Maskapai nasional ini resmi menjalin kolaborasi dengan Rumah Atsiri Indonesia untuk menyajikan keharuman khas Nusantara yang alami dan menenangkan di kabin pesawat.
Kolaborasi yang diberi tajuk ‘Wangi Mengudara’ ini diluncurkan secara resmi di Garuda Indonesia Sales & Service Office, Senayan City, pada 30 Oktober lalu. Inisiatif ini tidak hanya sekadar soal wewangian, tetapi merupakan bagian dari kampanye keberlanjutan (sustainability) yang diusung oleh kedua brand kebanggaan Indonesia tersebut.
Keharuman Khas Sustainable di Ketinggian
Perpaduan antara Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional dan Rumah Atsiri Indonesia yang fokus merawat warisan aromatik Nusantara melahirkan pengalaman yang intim, seolah membawa pulang nuansa ketenangan dari rumah sendiri.
Founder Rumah Atsiri Indonesia, Natasha Clairine, menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasari oleh kesamaan nilai. “Garuda punya sustainability value ‘From Nature to Future’. Rumah Atsiri Indonesia berkolaborasi karena memiliki nilai yang sama untuk komitmen sustainability yang ingin menghadirkan pengalaman tersebut,” ujarnya.
Senada dengan itu, Inflight Service Group Head Garuda Indonesia, Vanny Prihatiningsih, menegaskan bahwa ini lebih dari sekadar aroma. “Tidak hanya aroma, tetapi ada value dan nilai dari sekadar aroma. Kenapa Atsiri? karena ada kesamaan nilai, sustainability,” ucapnya.
Hal ini membuktikan bahwa proyek ‘Wangi Mengudara’ berakar kuat pada nilai kearifan lokal yang ramah lingkungan.
Serai dan Nilam Menyambut Penumpang
Sentuhan aromatik khas Rumah Atsiri Indonesia ini akan bisa dinikmati oleh para penumpang Garuda Indonesia yang terbang dengan pesawat ber-livery khusus ‘From Nature to Future’ (registrasi PK-GFX) selama periode Februari hingga November 2025.
Para penumpang akan langsung disambut oleh perpaduan wangi menenangkan dari serai dan nilam. Aroma khas ini tak hanya berfungsi sebagai pengharum, tetapi juga sebagai ruang kecil bagi penumpang, terutama perempuan, untuk bernapas dan menemukan ketenangan di tengah rutinitas padat.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam, di dalam kabin pesawat disediakan produk unggulan Rumah Atsiri Indonesia, seperti 1963 Reed Diffuser 50 ml dengan aroma serai yang khas, serta 1941 Eau de Parfum 100 ml dengan kesegaran wangi nilam yang membumi.
Selain produk aromatik, kolaborasi ini juga menghadirkan inovasi multiuse headrest cover dengan desain eksklusif. Produk ini dibuat dari bahan yang tidak sekali pakai (single-use), semakin memperkuat komitmen kedua pihak terhadap nilai keberlanjutan lingkungan.
Selain rute penerbangan special livery, penumpang dengan rute Jakarta (CGK) – Solo (SOC) Garuda Indonesia pada awal November 2025 juga berkesempatan mendapatkan kejutan istimewa sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan mereka.
Melalui ‘Wangi Mengudara’, Garuda Indonesia dan Rumah Atsiri Indonesia berhasil menghadirkan dimensi baru dalam pengalaman penerbangan.
Wewangian alami bukan hanya menjadi pemanis, tetapi wujud harmoni yang menyatukan perjalanan dengan keindahan alam Indonesia, memberikan ketenangan, kehangatan, dan keaslian aroma Nusantara di udara.











