Nemour Buktikan Kelasnya Boyong Dua Medali di Jakarta, Ternyata Ini ‘Booster-nya’

Nemour Buktikan Kelasnya Boyong Dua Medali di Jakarta, Ternyata Ini ‘Booster-nya’
Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025

Reza Medium.jpeg

Sabtu, 25 Oktober 2025 – 20:30 WIB

Pesenam Aljazair Kaylia Nemour berbicara dengan media usai meraih medali perak nomor balok keseimbangan dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (25/10/2025). (Foto: Antara/A Rauf Adipati)

Pesenam Aljazair Kaylia Nemour berbicara dengan media usai meraih medali perak nomor balok keseimbangan dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (25/10/2025). (Foto: Antara/A Rauf Adipati)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Keberhasilan pesenam Aljazair, Kaylia Nemour, meraih dua medali di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta, ternyata disokong kehadiran sang ibu. Setelah menyabet emas di nomor palang bertingkat, Nemour kembali memukau dengan meraih medali perak pada nomor balok keseimbangan, Sabtu (25/10/2025).

Nemour mengungkapkan bahwa dukungan langsung dari keluarganya memberinya keyakinan ekstra di atas matras.

“Ada ibu saya yang datang, ada teman-teman saya, itu sesuatu yang luar biasa, karena tidak berlaku di seluruh dunia,” kata Nemour.

Pesenam berusia 18 tahun ini mengaku tidak menyangka bisa membawa pulang dua medali dari ajang bergengsi ini. Baginya, bisa bertanding di Jakarta saja sudah merupakan sebuah pencapaian, mengingat persiapannya yang terburu-buru usai Olimpiade Paris 2024.

“Saya yakin mendapatkan tingkat yang cukup baik, tapi saya terlambat untuk berada di sini. Berada di tempat ini setelah Olympic Games sudah merupakan sebuah penerimaan bagi saya,” ujarnya.

Pada final balok keseimbangan, Nemour mencatat nilai 14,300. Ia hanya terpaut 0,866 poin dari pesenam China, Qingying Zhang, yang meraih emas. Posisi ketiga atau perunggu diraih oleh pesenam Jepang, Sugihara Aiko.

Yang membuat penampilannya semakin istimewa, Nemour memberanikan diri untuk menampilkan gerakan-gerakan baru dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Hari ini saya mencoba pergerakan yang sulit. Saya berpikir, saya di sini untuk mencoba dan menikmati. Dan saya sangat senang mendapat kejayaan,” ujar dia dengan wajah berbinar.

Dua medali, satu emas dan satu perak, menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasinya. “Dua medali, satu emas dan satu perak, itu luar biasa. Saya sangat ingin melakukannya,” kata Nemour tentang prestasi yang ia torehkan.

Usai perjuangan panjang, Nemour memilih untuk sejenak beristirahat dan menikmati momen indahnya. Ia mengaku belum memikirkan target berikutnya.

“Sekarang saya akan menikmati pengalaman ini, yang merupakan kejuaraan dunia, di Jakarta. Saya akan mengambil apa yang perlu diambil, dan memikirkannya dengan hati yang penuh,” pungkasnya.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today