Salah satu tempat penjualan hewan kurban di kawasan Pulomas, Jakarta Timur. (Foto: Antara/Shofi Ayudiana)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menjelang Hari Raya Idul Adha, ahli epidemiologi Dr. dr. Ngabila Salama mengingatkan potensi risiko kesehatan masyarakat akibat peredaran hewan kurban tanpa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Ia menegaskan, dokumen tersebut penting untuk memastikan hewan telah diperiksa dan layak dikonsumsi.
“SKKH penting karena menjadi bukti bahwa hewan telah diperiksa oleh dokter hewan atau petugas berwenang, baik dari aspek kesehatan, kelayakan konsumsi, maupun bebas dari penyakit menular tertentu,” kata Ngabila kepada inilah.com, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, tanpa pemeriksaan tersebut, hewan yang sakit berpotensi tetap masuk ke pasar dan meningkatkan risiko penularan penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Beberapa di antaranya adalah Antraks, Brucellosis, hingga Penyakit Mulut dan Kuku dalam kondisi tertentu.
“Tanpa SKKH, ada potensi hewan yang sakit tetap masuk ke pasar dan berisiko menularkan penyakit zoonosis. Selain itu, distribusi hewan tanpa pengawasan juga bisa mempercepat penyebaran penyakit antarwilayah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih hewan kurban. Ciri-ciri hewan yang tidak sehat antara lain terlihat lemas, nafsu makan menurun, demam, batuk terus-menerus, hingga keluar cairan berlebih dari hidung atau mata.
Selain itu, kata dia, hewan dengan kondisi diare, luka pada mulut atau kaki, pincang, bulu kusam, tubuh terlalu kurus, atau terdapat benjolan bernanah juga perlu diwaspadai.
“Masyarakat perlu memastikan hewan yang dibeli dalam kondisi sehat. Hewan yang sehat umumnya aktif, matanya cerah, bulunya bersih, nafsu makan baik, dan pergerakannya normal,” tuturnya.
Ngabila menambahkan, pengawasan pemerintah daerah memang telah dilakukan melalui pemeriksaan di lapangan dan pembukaan pos pengawasan. Namun, tingginya mobilitas hewan, maraknya lapak dadakan, serta keterbatasan petugas menjadi tantangan tersendiri.
“Pengawasan pemerintah penting, tetapi partisipasi masyarakat juga menjadi kunci utama. Pastikan membeli hewan dari penjual resmi dan yang memiliki SKKH agar keamanan pangan dan kesehatan bersama tetap terjaga,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










