Aktor peraih Oscar, Javier Bardem, kembali membuat pernyataan politik yang berani. Ia menghadiri ajang bergengsi Emmy Awards 2025 dengan mengenakan keffiyeh, syal khas Palestina yang menjadi simbol perlawanan. Aksi ini bukan sekadar fesyen, melainkan bentuk protes kerasnya terhadap genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.
Bardem tak tanggung-tanggung, ia memakai keffiyeh sejak menginjakkan kaki di karpet merah hingga acara penghargaan selesai. Di sela-sela gemerlap Hollywood, suami aktris cantik Penélope Cruz ini lantang menyuarakan kecaman dan seruan boikot terhadap Israel.
“Hari ini saya di sini, mengecam genosida di Gaza,” ujar Bardem seperti dikutip Variety, Selasa (16/9/2025). Ia merujuk pada pernyataan Asosiasi Internasional Cendekiawan Genosida (IAGS) yang telah menyatakan tindakan Israel sebagai genosida.
“Itulah sebabnya kami menuntut blokade komersial dan diplomatik, serta sanksi terhadap Israel, untuk menghentikan genosida,” tegasnya, sambil meneriakkan, “Palestina Merdeka!”
Aksi Bardem ini juga terkait dengan deklarasi boikot yang ditandatangani oleh ribuan insan perfilman Hollywood. Deklarasi ini menyerukan agar tidak bekerja sama dengan perusahaan dan institusi Israel yang terlibat dalam genosida. Lebih dari 3.900 orang sudah bergabung dalam gerakan Film Workers for Palestine ini.
Namun, seruan boikot ini memicu kontroversi. Paramount, salah satu studio besar Hollywood, mengutuknya. Mereka menuding seruan tersebut membungkam seniman hanya karena mereka orang Israel.
Bardem langsung menanggapi tudingan itu. Ia menegaskan, deklarasi boikot ini tidak menyasar individu berdasarkan identitas mereka.
“Targetnya adalah perusahaan dan institusi film yang terlibat melakukan whitewashing atau membenarkan genosida Israel,” jelas Bardem. “Mereka yang mempromosikan citra positif Israel, padahal negaranya melakukan kejahatan kemanusiaan.”
Gerakan ini menekankan bahwa industri film, termasuk penjualan, bioskop, dan lembaga perfilman lainnya, tidak pernah mendukung hak-hak penuh rakyat Palestina yang diakui secara internasional.
Dengan aksinya, Javier Bardem tidak hanya menunjukkan solidaritas, tetapi juga membawa isu Palestina ke panggung global yang sangat berpengaruh.














