Hubungan Pakistan dan Indonesia terus mengalami penguatan di berbagai sektor.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menilai kunci utama semakin eratnya hubungan Islamabad dan Jakarta terletak pada penguatan hubungan masyarakat kedua negara.
Menurutnya, hubungan bilateral yang kuat tidak hanya dibangun melalui kerja sama antar-pemerintah, tetapi juga melalui kedekatan rakyat yang menjadi fondasi penting bagi kemitraan jangka panjang.
“Saya ingin menegaskan bahwa kunci utama dari semakin eratnya hubungan ini adalah masyarakat kedua negara,” kata Dubes Chaudhri saat berbincang dengan media di Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Chaudhri menjelaskan, Indonesia dan Pakistan memiliki posisi strategis sebagai dua negara dengan populasi Muslim besar di dunia.
Kedua negara secara bersama-sama mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim global.
Selain kesamaan nilai dan sejarah, Pakistan dan Indonesia juga memiliki kekuatan besar berupa populasi muda.
Lebih dari 65 persen penduduk Pakistan berusia di bawah 30 tahun, yang menjadi modal penting dalam pembangunan masa depan.
Dubes Pakistan itu meyakini sumber daya manusia di kedua negara akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi dan inovasi di masa mendatang.
“Baik Pakistan maupun Indonesia sama-sama memiliki sektor UMKM yang kuat. Oleh karena itu, sangat penting bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama di sektor strategis ini demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia menilai sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran vital karena menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat serta penyedia lapangan pekerjaan, khususnya bagi generasi muda.
Lebih lanjut, Chaudhri menyebut kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada Desember tahun lalu sebagai momentum bersejarah dalam perjalanan hubungan kedua negara.
Baginya, kunjungan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kerja sama Pakistan-Indonesia sekaligus bentuk penghormatan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
“Dalam kesempatan tersebut, kami menganugerahkan penghargaan sipil tertinggi Pakistan kepada Presiden Prabowo Subianto. Kami berharap kerja sama antara kedua negara akan terus semakin kuat di masa mendatang,” ujarnya.
Kerja sama Pakistan dan Indonesia saat ini berkembang di berbagai bidang, terutama ekonomi. Nilai perdagangan bilateral kedua negara telah mencapai sekitar 4,5 miliar dolar AS.
Kedua negara juga telah memiliki Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA).
Saat ini, kerja sama tersebut tengah ditingkatkan menuju Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA), yang ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun depan.
Di bidang pertahanan, Pakistan juga terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia melalui pelatihan bagi para perwira Tentara Nasional Indonesia.
Kedua negara turut membahas peluang produksi alat pertahanan bersama serta berbagai bentuk dukungan untuk memperkuat kemampuan menghadapi tantangan keamanan.
Dengan fondasi hubungan masyarakat yang semakin kuat, Pakistan dan Indonesia membuka peluang besar untuk membangun aliansi strategis yang lebih luas, baik di bidang ekonomi, pendidikan, pertahanan, maupun peran bersama di tingkat global.










