Presiden ke-2 RI, Soeharto. (Foto: Straight News).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau dikenal dengan Gus Ipul menyatakan dukungan terkait wacana Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul di publik belakangan ini, Gus Ipul menilai hal itu bagian dari demokrasi yang patut dihormati.
Ia menegaskan, pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh-tokoh besar bangsa, termasuk Soeharto, sebaiknya dipandang sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa dan peran mereka dalam sejarah Indonesia.
“Ya kami (pro dan kontra di masyarakat-red), sebagai dinamika, kami hormatilah. Ini bagian dari proses yang harus diapresiasi oleh semua pihak. Karena tentu setiap keputusan ada pro kontra selalu ada ya, tetapi semua presiden pada dasarnya itu baik untuk diberi gelar pahlawan,” kata Gus Ipul saat dihubungi Inilah.com, Minggu (9/11/2025).
Gus Ipul mengatakan, pada masa kepemimpinan Soeharto, organisasi Nahdlatul Ulama (NU) menjadi oposisi pemerintah dan penuh dinamika dalam menjalankan organisasi. Hal itu, menurutnya, tidak serta-merta dianggap sebagai hal yang perlu disesali.
Gus Ipul menilai, apa yang terjadi di masa lalu justru bisa menjadi pelajaran berharga bagi organisasi sebesar NU.
“Ya itu enggak usah dibahas lagi kan udah jelas semua udah tahu bagaimana NU juga mungkin di zaman Pak Soeharto mungkin NU termasuk yang dipinggirkan juga. Tapi kami melihat dari sisi positifnya, karena tekanan itu yang membuat NU besar seperti sekarang ini, dan lihat positifnya aja,” ucap sosok yang juga Menteri Sosial RI tersebut.
Ia menegaskan, yang terpenting bagi NU saat ini ialah menjaga hal baik dari masa lalu sambil terus berinovasi demi kebaikan di masa depan.
“Banyak pengalaman masa lalu. Ya tergantung kita melihatnya saja. Yang penting kami berprinsip menjaga yang baik dari masa lalu, sambil berinovasi untuk kebaikan ke depan,” katanya.
Sosok yang juga Menteri Sosial RI itu menegaskan, semua mantan Presiden RI menurutnya layak menyandang gelar kehormatan Pahlawan Nasional.
“Kalau saya sebagai Sekjen PBNU, saya setuju semua presiden diberi gelar pahlawan. Pada dasarnya itu dulu ya. Tentu semua presiden, karena presiden itu kan ya satu kepercayaan ya. Bahwa kemudian ada kurang-kurangnya, yang namanya presiden juga manusia,” katanya.
Gus Ipul menilai, setiap presiden pada zamannya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, ia menganggap wajar jika dalam perjalanan sejarah ada hal-hal yang tidak sempurna dan sebaiknya dijadikan pelajaran untuk masa depan.
Menurutnya, pemberian gelar Pahlawan Nasional merupakan wujud penghargaan bangsa terhadap jasa dan pengabdian para pemimpin terdahulu.
“Tapi paling tidak kita sebagai bangsa sudah menunjukkan bahwa ini kita menghargai seluruh presiden yang telah berbuat untuk bangsa ini. Ya itu, seluruh presiden,” katanya.














