Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) malam. (Foto: Antara/Imamatul Silfia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa meminta kaum muda tak khawatirkan soal lapangan pekerjaan, setelah lulus dari bangku kuliah atau sejenisnya.
Dia menjanjikan, tahun mendatang lapangan kerja bakal terbuka luas. “Teman-teman nggak usah khawatir, apalagi kalangan anak muda yang takut cari kerjaan setelah lulus, bulan-bulan ke depan, tahun-tahun ke depan akan lebih banyak lapangan kerja tercipta,” ujar Purbaya, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Dia menyebut, terbukanya lapangan pekerjaan tersebut, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang dicanangkan pemerintah, yakni 6 persen. Momentum pertumbuhan 5,35 di kuartal IV-2025, menjadi modal kuat untuk menerbangkan perekonomian.
“Yang jelas, triwulan I tahun ini, kita akan jaga terus momentum pertumbuhan triwulan IV pada tahun lalu, yang 5,35 persen. Kita prediksi triwulan I ini, kita akan dorong ke arah 5,5 persen sampai 6 persen. Kemungkinan besar sih mendekati 6 persen,” ucapnya.
Bendahara negara itu pun menyebut seluruh belanja pemerintah pada kuartal I-2026 akan dibelanjakan tepat waktu dan tepat sasaran. “Di triwulan I-2026 seluruh belanja pemerintah yang berhubungan dengan program-program kita, akan kita pastikan dibelanjakan tepat waktu, betul-betul dibelanjakan tepat waktu,” tuturnya.
Per Agustus 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebanyak 4,85 persen. Turun tipis ketimbang Agustus 2024 sebesar 4,91 persen.
Sedangkan jumlah pengangguran terbuka ikut turun menjadi 7,46 juta orang pada Agustus 2025. Proporsi pekerja formal meningkat dari 42,05 persen pada Agustus 2024, menjadi 42,20 persen pada Agustus 2025.
Dalam setahun terakhir (Agustus 2024-Agustus 2025), terdapat tambahan tenaga kerja di sektor pertanian (0,49 juta orang), akomodasi dan makan minum (0,42 juta orang), dan industri pengolahan (0,30 juta orang).
BPS mencatat seseorang yang bekerja minimal satu jam dalam seminggu, sebagai penduduk bekerja. Sesuai standar International Labour Organization (ILO). Selanjutnya, BPS membagi penduduk bekerja ke dalam tiga kategori.
Yakni, pekerja penuh waktu (1-34 jam per minggu), pekerja paruh waktu (kurang dari 35 jam per minggu, tetapi tidak mencari pekerjaan, dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain).
Serta setengah pengangguran (1-34 jam per minggu, dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain). Sedangkan proporsi untuk pekerja penuh waktu sebesar 67,32 persen, paruh waktu 24,77 persen, dan setengah pengangguran 7,91 persen.














