Ratusan anak ikut serta dalam edukasi menyikat gigi yang menyenangkan bersama Formula dalam rangka memperingati HKGN 2025. Melalui demo interaktif dan praktik langsung, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini. (Dokumentasi: Inilah.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Anak-anak disabilitas kerap menghadapi tantangan yang lebih besar dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Karena itu, anak disabilitas perlu pendampingan dan edukasi yang lebih dalam.
“Edukasi kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan secara konsisten lintas generasi. Terlebih untuk anak-anak sejak usia dini,” ujar drg. Zahrah Almira pada acara peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2025 bersama Formula di Universitas Jayabaya, Jakarta, Senin (22/09/2025).
Masih menurut Zahrah ada beberapa tantangan yang biasa dihadapi oleh anak disabilitas, yaitu kesulitan motorik, keterbatasan komunikasi, hingga akses yang terbatas ke layanan kesehatan membuat kebersihan gigi mereka sering terabaikan.
Dalam kondisi ini, peran pendamping menjadi sangat penting, tidak hanya untuk membantu menjaga kebersihan gigi sehari-hari, tetapi juga memastikan anak mendapatkan edukasi dan perawatan gigi.
Hal terkait permasalahan gigi yang kerap ditemui saat usia dini lainnya adalah waktu menyikat gigi yang tidak teratur. Banyak orang mengira menyikat gigi cukup dilakukan saat mandi pagi dan menjelang tidur malam.
Padahal, waktu menyikat gigi yang tidak tepat justru bisa membuat upaya menjaga kesehatan gigi menjadi kurang efektif. Kebiasaan sikat gigi di waktu yang tidak tepat ini terlihat sepele, namun dampaknya besar.
“Sisa makanan dan plak yang tidak segera dibersihkan setelah makan dapat memicu karies, gigi berlubang, radang gusi, hingga gigi tanggal,” papar Zahrah.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) mencatat 57 persen penduduk berusia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi, tetapi hanya 11,2 persen atau sekitar 3 juta orang yang benar-benar mencari pengobatan.
Masih menurut SKI, masyarakat tidak hanya kurang memahami kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi, tetapi juga sering melakukannya dengan cara yang salah, terlalu singkat, rata-rata hanya satu menit.
Padahal, masalah gigi tidak berhenti pada mulut saja, kesehatan gigi yang buruk terbukti bisa memengaruhi organ vital lain, termasuk jantung. Fakta ini menegaskan betapa pentingnya edukasi kesehatan gigi dan mulut di Indonesia sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Eggsperimen: Edukasi Gigi Seru dan Ilmiah
Sesi edukasi interaktif bertajuk Eggsperimen, memanfaatkan cangkang telur sebagai analogi enamel gigi menjadi salah satu hal yang menarik.
Melalui eksperimen ini, anak-anak diajak melihat secara langsung bagaimana teknologi System Protective Layer (SPL) dari Formula mampu melindungi permukaan gigi dari serangan asam. Hasilnya? Cangkang telur yang dilapisi Formula terbukti lebih tahan terkikis dibandingkan yang tidak diberi perlindungan.
“Edukasi dari Formula untuk anak-anak dan masyarakat menjadi bukti niat kuat untuk membangun generasi anak bangsa yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih berdaya,” jelas Jenifer Fransisca, perwakilan dari Formula.














