Persija Takluk di Segiri, Pelatih Mauricio Souza Kritik Kepemimpinan Wasit

Persija Takluk di Segiri, Pelatih Mauricio Souza Kritik Kepemimpinan Wasit

Haris Medium.jpeg

Senin, 29 September 2025 – 12:47 WIB

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Mariano Peralta (kedua kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persija Jakarta Jordi Amat Maas (kiri) dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (28/9/2025). (Foto: Antara)

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Mariano Peralta (kedua kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persija Jakarta Jordi Amat Maas (kiri) dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (28/9/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Persija Jakarta harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 1-3 pada pekan ke-7 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (28/9/2025). Kekalahan itu disertai kontroversi setelah pelatih Mauricio Souza melayangkan kritik keras terhadap wasit Nendi Rohaendi.

Dalam laga ini, empat pemain Persija serta Souza sendiri diganjar kartu kuning. Seusai pertandingan, pelatih asal Brasil itu mengawali komentarnya dengan memberi apresiasi kepada tim tuan rumah yang meraih tujuh kemenangan beruntun.

“Itu hasil kerja Fabio (Lafundez) yang sudah ia lakukan. Bukan kebetulan jika Borneo sudah menjalani enam pertandingan dengan enam kemenangan. Sekali lagi, saya ingin memberikan selamat atas apa yang sudah mereka capai,” kata Souza.

Namun, Souza kemudian menyoroti kinerja wasit yang dinilainya tidak konsisten. Ia menilai pengadil terlalu mudah mengeluarkan kartu, termasuk kepadanya di babak pertama.

“Dia (wasit) memberikan kartu kuning kepada saya hanya karena ingin tim saya tetap bermain. Stopper saya juga kena kartu. Saya pikir keputusan-keputusan itu merusak pertandingan,” ujarnya.

Souza juga menilai dirinya diperlakukan tidak adil ketika mendapat kartu kuning di akhir laga. Menurutnya, ia hanya berniat mempercepat jalannya permainan setelah bola sempat ditendang menjauh oleh ofisial tim lawan.

“Lalu terjadi keributan, karena anggota bangku cadangan Borneo menendang bola berkali-kali. Selama mentalitas orang-orang yang bekerja di liga ini tidak membaik, kita akan terus melihat pertandingan-pertandingan yang tidak menarik,” ucapnya.

Di luar kontroversi wasit, Souza mengakui gol-gol yang bersarang ke gawang Persija terjadi akibat kesalahan sendiri, terutama dalam mengantisipasi transisi cepat Borneo.

“Kami punya lebih banyak tembakan dan peluang daripada lawan. Tapi kami tidak boleh kebobolan dengan cara seperti itu. Kami sudah tahu serangan balik Borneo berbahaya, tapi tetap kebobolan tiga gol dari transisi cepat. Gol terakhir bahkan mirip dengan yang kami terima di Makassar,” tegasnya.

Dengan hasil ini, Persija menelan kekalahan kedua beruntun di laga tandang setelah sebelumnya tumbang dari PSM Makassar.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today